- Admin Dinkes
- Rabu, 13 Mei 2026
- 16
UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kepri Dorong Optimalisasi Pengelolaan Obat dan Logistik Kesehatan
UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional Perbekalan Kesehatan pada tanggal 10 s.d. 13 Mei 2026 di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan optimalisasi tata kelola obat, vaksin, bahan medis habis pakai (BMHP), serta penguatan pengendalian ketersediaan logistik kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan lintas bidang dan program di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, di antaranya Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Bidang Kesehatan Masyarakat, Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan, pengelola program gizi, imunisasi, kesehatan jiwa, serta unsur perencanaan dan kepegawaian.
Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dr. Yosei Susanti, M.A.P., dan dilanjutkan dengan laporan panitia pelaksana oleh Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kepri, Indri Ayu Ningsih, S. Farm, M. Farm, Apt. Dalam sambutannya, dr. Yosei Susanti menyampaikan pentingnya penguatan sistem informasi kesehatan dan pengelolaan logistik kesehatan yang terintegrasi guna mendukung pelayanan kesehatan yang efektif dan berkualitas di Provinsi Kepulauan Riau.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi strategis terkait kebijakan dan implementasi pengelolaan logistik kesehatan, mulai dari penyusunan rencana kebutuhan obat, penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), hingga penguatan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis aplikasi seperti SMILE dan SELENA.
Materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, BAPPEDA Provinsi Kepulauan Riau, Loka POM Kota Tanjungpinang, UNDP Indonesia Regional Sumatera, serta pihak puskesmas sebagai entitas layanan.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi perhitungan kebutuhan obat program tahun 2027, evaluasi pelaksanaan perencanaan obat program, diskusi terkait kendala penerapan aplikasi pengelolaan logistik kesehatan, serta penyusunan rencana tindak lanjut dan kesepakatan bersama guna meningkatkan kualitas pengelolaan perbekalan kesehatan di daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi dan penguatan kapasitas pengelola program serta pengelola logistik kesehatan dalam mendukung ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP secara tepat, efektif, dan berkelanjutan demi mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Kepulauan Riau.


