- Admin Dinkes
- Minggu, 01 Maret 2026
- 29
Cegah Dehidrasi Saat Puasa : Pentingnya Mengatur Asupan Cairan
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan makanan dan minuman selama berjam-jam. Karena itu, tubuh bisa lebih mudah merasa haus dan lemas, terutama jika aktivitas sehari-hari cukup padat. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik, tubuh bisa mengalami dehidrasi. Biasanya ditandai dengan rasa pusing, mulut terasa kering, cepat lelah, dan sulit berkonsentrasi. Supaya puasa tetap nyaman dijalani, penting bagi kita untuk memperhatikan asupan cairan setiap harinya.
Agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi, masyarakat dianjurkan untuk minum air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur. Cara yang cukup mudah adalah dengan membagi waktu minum sebagai berikut:
2 gelas saat berbuka puasa, satu gelas saat membatalkan puasa dan satu gelas setelah makan.
4 gelas pada malam hari, misalnya dua gelas setelah makan malam dan dua gelas setelah salat tarawih atau sebelum tidur.
2 gelas saat sahur, satu gelas sebelum makan sahur dan satu gelas setelah makan sahur.
Selain air putih, makanan yang mengandung banyak air juga bisa membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Buah seperti semangka, melon, jeruk, atau sayuran seperti mentimun bisa menjadi pilihan yang segar saat berbuka maupun sahur. Sebaliknya, minuman yang terlalu manis, berkafein, atau bersoda sebaiknya tidak diminum terlalu banyak karena justru bisa membuat tubuh lebih cepat merasa haus.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi saat puasa sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah tidak lupa minum air yang cukup saat berbuka hingga sahur, memilih makanan yang segar dan bergizi, serta mengatur aktivitas agar tidak terlalu berat di siang hari. Dengan begitu, tubuh tetap terasa segar, aktivitas tetap lancar, dan ibadah puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman.


