- Admin Dinkes
- Senin, 01 Juni 2026
- 5
Waspada Malaria, Terapkan 3M untuk Lindungi Keluarga
Nyamuk sering kita anggap hanya sekadar pengganggu, padahal sebagian dari mereka membawa parasit berbahaya yang bisa menyebabkan malaria. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hingga rasa lelah berkepanjangan. Bila tidak segera ditangani, malaria dapat berakibat fatal. Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting yang bisa kita lakukan setiap hari.
Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk menerapkan 3M: Menguras, Menutup, dan Mengubur. Dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, kita mencegah nyamuk berkembang biak. Dengan menutup wadah air rapat-rapat, kita menutup peluang nyamuk bertelur. Dan dengan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, kita menghilangkan tempat persembunyian nyamuk.
Namun, pencegahan tidak berhenti di sana. Kemenkes menambahkan konsep 3M Plus sebagai perlindungan tambahan. “Plus” berarti langkah lain yang bisa langsung melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu saat tidur, memakai repelan atau obat nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga melakukan pemeriksaan dini bila muncul gejala malaria. Dengan 3M Plus, perlindungan menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Langkah sederhana ini memiliki dampak besar. Dengan disiplin menjalankan 3M dan 3M Plus, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Pencegahan yang konsisten akan menekan penyebaran malaria dan membantu mewujudkan cita-cita menuju Indonesia bebas malaria 2030. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama keberhasilan.
Mari kita jadikan 3M Plus sebagai kebiasaan sehari-hari. Menguras, Menutup, Mengubur, ditambah perlindungan ekstra seperti kelambu dan repelan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata untuk melindungi keluarga, menjaga lingkungan, dan menciptakan generasi yang sehat. Malaria bisa dicegah, asal kita peduli dan disiplin menjalankan 3M Plus setiap hari.


