Lindungi buah hati dan keluarga....Mari Sukseskan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Provinsi Kepulauan Riau ....1 Agustus - 30 September 2018.. ...untuk anak berusia 9 bulan - 15 tahun...di seluruh Pos Imunisasi MR (Sekolah dan Fasyankes)

Website Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau - Penyakit tidak menular,

  • Merokok dan Resikonya

    Merokok dan resikonya

    Dilihat dari data Riskesdas 2013, proporsi perokok saat ini di Indonesia 29,3%. Proporsi perokok terbanyak yakni Kepulauan Riau dengan merokok setiap hari 27,2%.  Rata-rata batang rokok yang dihisap per hari per orang di Indonesia adalah 12,3 batang (setara satu bungkus), sedangkan di Kepri 15,1 batang per hari. Jumlah rerata batang rokok terbanyak dihisap ditemukan di Bangka Belitung (18 batang) dan di Riau (16-17 batang). Proporsi perokok laki-laki 67% tahun 2011, menjadi 64,9% tahun 2013, perokok perempuan dari 2,7% tahun 2011 dan 2,1% pada 2013.

    READ MORE
  • Sukseskan Eradikasi Polio Tahun 2020, Dinkes Kepri Tingkatkan Kompetensi Pengelola Imunisasi Dan Nakes Tentang Introduksi Inactivated Polio Vaccine (IPV)

    WhatsApp Image 2018 11 27 at 11.15.36

    Gambar : Kepala Seksi Imunisasi Dasar Kemenkes RI sedang memaparkan Kebijakan Penyelenggaraan Program Imunisasi

    Kedaruratan infeksi virus polio menyebabkan dunia terus berjuang untuk mencapai Eradikasi Polio tahun 2020. Indonesia sendiri sudah mendapatkan sertikat Bebas Polio pada bulan April 2014. Namun penyebaran virus polio liar masih memungkinkan terutama cVDPV yg di sebabkan oleh virus polio type 2. Maka dilakukan beberapa tahap untuk mensukseskan Eradikasi Polio yakni tahap I, II, hingga tahap III, Introducing IPV.

    Begitupun Global Vaccine Action Plan yang mentargetkan eliminasi campak dan rubella di 5 regional WHO pada tahun 2020, salah satu strategi yang dipetakan The Global Measles & Rubella Strategic Plan 2012-2020 adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan dua dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi (>95%) dan merata. Pemberian imunisasi MR pada anak usia 9 bulan sampai <15 tahun dengan cakupan tinggi (minimal 95%) dan merata diharapkan akan membentuk imunitas kelompok (herd immunity), sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

    WhatsApp Image 2018 11 27 at 11.15.35

    Gambar : KOMDA KIPI Memaparkan Pentingnya Seorang Pengelola Imunisasi Dalam Memperhatikan Safe Injection

    Pemberian vaksinasi kepada bayi terbukti dapat mencegah penyakit terutama yang dikenal dengan PD3I, diutamakan untuk 9 antigen yaitu HB0, BCG, Polio, DPT-HB-HiB, dan Campak. Vaksinasi Program Imunisasi dikenal dengan Imunisasi Dasar dimana salah satu tujuan  pemberian vaksinasi tersebut memberi kekebalan dasar pada bayi dari penyakit. Selain pemberian Imunisasi Dasar pada bayi dikenal juga pemberian imunisasi lanjutan pada batita (DPT-HB-HiB dan Campak), BIAS (kelas 1 : Td, kelas 2: DT, kelas 3: Campak). Tujuan pemberian vaksinasi pada batita dan anak sekolah yakni memberikan kekebalan tambahan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

    READ MORE
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech