• banner7

    Lepas Sambut Peserta Program Dokter Keluarga Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2018-2019

  • Banner
  • bannerbig3

    Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., MM menerima Piagam Penghargaan oleh Menteri PANRB atas inovasi "Cegah Stunting bersama Dokter Keluarga" dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 - Semarang

  • bannerbig1

    Workshop Manajemen Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Tanjungpinang

  • bannerbig2

    Tim Data Provinsi Kepri dan 5 Kab/Kota Terpilih mengikuti Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi menuju Satu Data Kesehatan (Pusdatin Kemenkes RI) - Jakarta

  • bannerbig5

    Cek Kesehatan Berkala Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannerbig6

    Monitoring Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannergermas

    Buku Monitoring Faktor Risiko PTM..pantau dan sadari tingkat kesehatan anda secara berkala

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Gerakan Minum TTD (Tablet Tambah Darah) Guna Mencegah Anemia

Tablet Tambah Darah

Gambar : Gerakan Minum Tablet Tambah Darah

Tablet tambah darah atau TTD merupakan suplemen yang berisi zat besi dan asam folat yang berfungsi untuk membantu membentuk hemoglobin darah. Tablet tambah darah merupakan tablet salut gula yang mengandung zat besi dan asam folat. Zat besi penting dalam pembentukan hemoglobin ditubuh sehingga dapat membantu mengatasi anemia saat menstruasi, hamil, menyusui, masa pertumbuhan, dan setelah mengalami pendarahan. Zat besi adalah salah satu mineral yang berperan penting untuk membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin bertugas mengikat dan mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh.  Asam folat digunakan untuk mengurangi anemia megaloblastik selama kehamilan dan masa pertumbuhan.

 

Kebutuhan zat besi harian bisa dipenuhi dari makanan. Beberapa makanan yang kaya akan zat besi adalah Kacang-kacangan, Daging merah tanpa lemak, Hati ayam dan sapi Kacang dan susu kedelai, Tahu dan tempe, Beras merah, Sayuran dengan daun hijau gelap, misalnya bayam. Namun, jika asupan zat besi dari makanan tidak cukup, maka diperlukan suplemen untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Karena itu, suplemen zat besi dapat digunakan sebagai obat kurang darahatau anemia karena kekurangan zat besi.

Selain makanan yang mengandung zat besi dan asam folat, tablet tambah darah bisa menjadi suplemen untuk mencukupi asupan nutrisi setiap orang. Opsi obat penambah darah ini menjadi pilihan praktis untuk memastikan kebutuhan zat besi tetap terpenuhi. Tablet tambah darah bahkan bisa dikonsumsi anak-anak hingga orang lanjut usia. Untuk anak-anak, umumnya yang terjadi adalah mengalami kekurangan zat besi. Gejalanta adalah anak kurang nafsu makan dan berat badannya tidak naik secara signifikan.

World Health Organizations (WHO) memperkirakan sekitar 1,62 miliar kasus anemia dan kasus terbesar disebabkan karena kekurangan zat besi (WHO, 2008). Remaja putri (12-18 tahun) dan ibu hamil merupakan kelompok yang rawan mengalami anemia karena kekurangan zat besi. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko anemia saat hamil maka Kementerian Kesehatan memperluas sasaran pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri.

Anemia bukanlah penyakit tetapi suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) darah lebih rendah dari normal akibat kekurangan satu atau lebih nutrisi esensial, terutama zat besi yang penting untuk pembentukan hemoglobin (Durrani, 2018). Anemia kekurangan zat besi merupakan masalah utama kesehatan global daripada penyebab anemia lainnya, seperti kekurangan folat, kekurangan vitamin B12, kekurangan vitamin A, peradangan kronis, infeksi parasit, dan ganggauan sintesis hemoglobin. Pengukuran konsentrasi Hb paling sering digunakan untuk anemia zat besi karena relatif mudah dan murah.

Dosis suplemen zat besi diberikan sesuai usia dan tujuan pemberian suplemen. Jika diberikan untuk kondisi defisiensi besi, perlu dilakukan pemeriksaan kadar zat besi berkala untuk mengevaluasi keberhasilan terapi. Pada orang dewasa untuk mengatasi anemia defisiensi besi, dosis suplemen besi dalam bentuk besi elemental adalah 100-200 mg, dua kali sehari. Sedangkan dosis yang diberikan untuk pencegahan anemia defisiensi besi adalah 60 mg, sekali sehari. Pada anak-anak untuk mengatasi anemia defisiensi besi, dosis yang diberikan adalah 3-6 mg/kgBB/hari, dibagi menjadi 3 kali pemberian, yaitu tiap 8 jam. Untuk mencegah anemia defisiensi besi pada anak, dosis disesuaikan dengan usia dan berat badan.

 

Penulis : MH - Promkes 

Video Promosi Kesehatan

Buku Saku Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech