• banner7

    Lepas Sambut Peserta Program Dokter Keluarga Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2018-2019

  • bannerbig3

    Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., MM menerima Piagam Penghargaan oleh Menteri PANRB atas inovasi "Cegah Stunting bersama Dokter Keluarga" dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 - Semarang

  • bannerbig1

    Workshop Manajemen Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Tanjungpinang

  • bannerbig2

    Tim Data Provinsi Kepri dan 5 Kab/Kota Terpilih mengikuti Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi menuju Satu Data Kesehatan (Pusdatin Kemenkes RI) - Jakarta

  • bannerbig5

    Cek Kesehatan Berkala Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannerbig6

    Monitoring Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannergermas

    Buku Monitoring Faktor Risiko PTM..pantau dan sadari tingkat kesehatan anda secara berkala

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Waspada Malaria, Dinkes Kepri lakukan Survey vektor breeding places

74709964 994673697535152 7283453683524607204 n

Gambar : Survey vektor breeding places (tempat sarang nyamuk)

Dalam upaya penanggulangan Malaria, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui seksi pencegahan dan pengendalian penyakit melakukan survey vektor untuk mengidentifikasi breeding place (tempat sarang nyamuk). Lokasi titik survey adalah tempat-tempat yang dicurigai atau daerah yang diduga sebagai tempat perindukan sarang nyamuk.Adapun tim survey ini adalah Tim Program P2M Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tim Program P2M Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta Tim Puskesmas P2M Malaria Kabupaten/Kota. Dalam melakukan survey vektor diperlukan kegiatan entomologi malaria untuk mempelajari : ekologi vektor, bionomik vektor, cara-cara pengendalian vektor, cara menilai hasil dan dampak pengendalian vektor yang dilakukan . Pada survei entomologi malaria ada 4 kegiatan pokok yaitu : mengumpulkan dan mempelajari data terkait, survey  nyamuk dewasa dan survey cara-cara pengendalian vektor serta dampak pengendalian vektor.

 

75599439 456473935004931 5088533608350426120 n

Gambar : Survey vektor breeding places (tempat sarang nyamuk)

Malaria  adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap munculnya berbagai masalah sosial dan ekonomi.nPenyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit dan virus tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium dan Virus Dengue akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.

Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya.  90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak. Di Indonesia kasus DBD berfluktuasi setiap tahunnya dan cenderung semakin meningkat angka kesakitannya dan sebaran wilayah yang terjangkit semakin luas. Pada tahun 2014 DBD berjangkit di 433 Kabupaten/Kota dengan angka kesakitan sebesar 39,83 per 100.000 penduduk, namun angka kematian dapat ditekan di bawah 1 persen, yaitu 0,90 persen. KLB DBD terjadi hampir setiap tahun di tempat yang berbeda dan kejadian sulit diduga

Penyakit malaria ditularkan dari orang sakit ke orang sehat pada umumnya melalui gigitan nyamuk Anopheles (Vektor). Program pengendalian penyakit malaria selain dengan cara pengobatan terhadap penderita, dilakukan pula dengan cara pengendalian vektornya. Dengan demikian pengendalian vektor, merupakan usaha yang penting didalam pengendalian penyakit malaria.

73446501 543791142841152 2635212005959880166 n

 

Video Promosi Kesehatan

Buku Saku Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech