Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Persyaratan Lengkap Pendaftaran Dokter PTT/Dokter Keluarga Provinsi Kepulauan RIau 2011 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 02 March 2011 16:53

Adapun Persyaratan Lengkap untuk pendaftaran rekruitment Dokter PTT/Dokter Keluarga program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau adalah sebagai berikut :

1. Warga Negara Indonesia

2. Surat Permohonan Lamaran bermaterai

3. Fotocopy Ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisir 2(dua) lembar

4. Fotocopy Transkip Nilai pendidikan terakhir yang telah dilegalisir 2 (dua) lembar.

5. Fotocopy Surat Tanda Registrasi 2 Lembar

6. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk 2 lembar.

7. Pas Foto ukuran (4x6) sebanyak 2 lembar

8. Daftar Riwayat Hidup

9. Fotocopy Sertifikat/Seminar/Pelatihan yang pernah diikuti

10. Umur maksimal 33 tahun pada bulan Januari

11. Bersedia ditempatkan dimana saja di wilayah Provinsi Kepulauan Riau

12. Surat Keterangan Sehat dari Dokter

13. Berkas lamaran disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Mulai Tanggal 7 Februari s/d 15 Maret 2011

 

Fasilitas :

1. Gaji                                  ± Rp. 7.000.000/Bulan

2. Asuransi                           : ± Rp. 2.000.000/Tahun

3. Perumahan                       : ± Rp. 5.000.000/Tahun

4. Pakaian                            : ± Rp. 700.000/Tahun

5. Transportasi                    : ± Rp. 2.500.000/Bulan

6. Insentif tambahan dari Kabupaten/Kota penempatan ( ± Rp. 750.000 s/d Rp. 8.000.000/Bulan)

 

Contact Person
Pusat Informasi Dokter Keluarga
Seksi Bina Tenaga Teknis Bidang Pengembangan
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 Tanjungpinang
Telp.Fax (0771) 7330132
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

www.dinkesprovkepri.org

Last Updated on Wednesday, 09 March 2011 02:08
 
Rencana Aksi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Dalam Mencapai Tujuan MDG's Tahun 2015 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 28 February 2011 11:32

Pokok Permasalahan Kesehatan di Provinsi Kepri

Secara geografis Provinsi Kepri terdiri atas 96 % laut dan 4 % darat. Kondisi ini menyebabkan masalah akses layanan kesehatan yang berdampak pada tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi serta masih ditemukannya kasus gizi buruk. Menurut hasil SUPAS tahun 2007, Angka Kematian Ibu di Kepri masih 192 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 20 per 1.000 kelahiran hidup sedangkan kasus gizi buruk menurut hasil Riskesdas 2010 sebesar 4,3 % balita. Diharapkan pada 2015 Angka Kematian Ibu dapat diturunkan menjadi 100 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi menjadi 17 per 1.000 kelahiran hidup sedangkan kasus gizi buruk ditekan menjadi < 1 %.

Pertolongan Persalinan diseluruh Desa di Provinsi Kepri dilayani oleh Bidan

Angka kematian ibu dan bayi tersebut masih sulit ditanggulangi karena belum seluruh desa memiliki tenaga bidan. Saat ini masih 52 desa yang belum ditempatkan bidan. Pada tahun 2011 ini Pemerintah Provinsi berencana mengisi seluruh desa dengan tenaga bidan sehingga tidak ada desa yang tidak terlayani oleh bidan. Dengan tersedianya tenaga bidan di desa diharapkan seluruh Ibu hamil dapat memperoleh pemerksaan kehamilan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga. Ibu hamil yang beresiko tinggi dapat dideteksi sedini mungkin. Dengan keberadaan Bidan Desa juga diharapkan tidak ada lagi persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan. Bayi akan memperoleh kunjungan berkala sejak masa neonatal dan memperoleh imunisasi dasar lengkap sebelum usia 1 tahun.


Last Updated on Tuesday, 15 March 2011 18:23
 
Kesempatan menjadi Dokter PTT sebagai Dokter Keluarga di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2011 PDF Print E-mail
Saturday, 05 February 2011 18:46

Provinsi Kepulauan Riau dengan luas wilayah 251.810,71 km2 memiliki 2.408 pulau. Luas wilayah tersebut yang berupa lautan 96% dan daratan hanya 4%. Kondisi geografis ini, merupakan pokok permasalahan  didalam akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di pulau-pulau kecil dan terpencil.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut Dinas Kesehatan  Provinsi Kepulauan Riau  pada tahun 2011 telah mengalokasikan anggaran untuk menempatkan 100 orang dokter PTT Daerah yang status wajib kerja sarjananya sama dengan dokter  PTT  yang diangkat oleh Kementerian Kesehatan dengan masa tugas selama 1 (satu) tahun.

Sehubungan dengan hal tersebut kami mengundang para lulusan dokter dari fakultas kedokteran seluruh Indonesia untuk bergabung bersama kami dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat di desa terpencil atau pulau-pulau yang akan ditempatkan dengan prioritas di Kabupaten Bintan, Kepulauan Anambas, Natuna, Karimun dan Lingga. Sedangkan kota Batam dan Kota Tanjungpinang tidak merupakan prioritas penempatan.

Dokter PTT yang diangkat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau nantinya akan diberikan kursus sebagai Dokter Keluarga oleh  PDKI dan Kementerian Kesehatan, sehingga ketika ditugaskan di tengah-tengah masyarakat mereka telah memiliki dasar-dasar pengetahuan sebagai Dokter Keluarga.

Persyaratan yang perlu dipenuhi adalah surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Foto copy Ijazah Dokter yang telah dilegalisir,  foto copy transkrip nilai, foto copy STR, Kartu Kuning Disnaker, Past photo berwarna 4 lembar 3 x 4 dan foto copy KTP.

Hak yang disediakan adalah berupa gaji 7 juta rupiah ditambah tunjangan daerah yang besarannya bervariasi antara 2 juta sampai dengan 8 juta rupiah  (tergantung anggaran yang disediakan oeh masing-masing kabupaten). Disamping itu disediakan biaya sewa rumah, asuransi dan perjalanan dinas dari provinsi ke kabupaten.

 Berita terkait:

Pelayanan dokter keluarga di desa terpencil Provinsi Kepulauan Riau, rencana rekruitmen dan Penempatannya Tahun 2009

Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi :
Pusat Informasi Dokter Keluarga
Seksi Bina Tenaga Teknis Bidang Pengembangan
Dinas Kesehatan provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 Telp.(0771) 7330132
Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Last Updated on Tuesday, 08 February 2011 20:12
 
WISATA KESEHATAN DI ASEAN : MENGHITUNG POSISI INDONESIA PDF Print E-mail
Friday, 04 February 2011 17:25

Tahun 2010, negara anggota ASEAN memasuki babak baru kerjasama ekonomi regional berupa liberalisasi menyeluruh sistem perdagangan maupun sektor jasa tertentu. Dari dua belas sektor prioritas dalam visi mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA 2015), terdapat empat sektor jasa yang sejak tahun 1995 secara berangsur-angsur diliberalisasi dan ditargetkan mencapai liberalisasi penuh pada 2010 yaitu pariwisata, kesehatan, jasa penerbangan, dan e-ASEAN. Sedangkan logistik ditargetkan dapat diliberalisasi secara menyeluruh pada 2013. Namun, visi MEA tersebut bukannya tanpa kritik, karena dominasi fokal poin ASEAN pada tataran politik daripada kerjasama ekonomi.  
Berbeda dengan proses perundingan liberalisasi perdagangan dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang mekanismenya menekankan pada penyederhanaan sistem perdagangan melalui penurunan tarif maupun non tarif, maka kerangka Asean Framework Agreement of Services (AFAS) bertujuan meningkatkan efisiensi dan daya saing industri jasa ASEAN melalui diversifikasi kapasitas produksi, peningkatan pasokan dan distribusi jasa antar penyedia jasa intra dan ekstra ASEAN serta menghilangkan hambatan perdagangan jasa antar anggota (Sekretairat ASEAN; 2008). Putaran perundingan liberalisasi sektor jasa dilakukan melalui pengurangan hambatan dalam konteks empat cara ketersediaan jasa dari penyedia jasa kepada pengguna jasa (mode of supply) yaitu (i) penyediaan jasa kesehatan jarak jauh; (ii) wisata kesehatan;(iii) kehadiran jasa pelayanan asing di dalam negeri; (iv) ekspor tenaga medis. 

Pertama, penyediaan jasa kesehatan jarak jauh merupakan jasa yang memanfaatkan peluang kemajuan teknologi informasi dalam rangka menghemat biaya operasional dengan memanfaatkan keunggulan komparatif di negara berkembang karena murahnya biaya produksi (upah, sewa, dsb). Filipina, memanfaatkan peluang ini dengan bertindak sebagai subkontraktor 25 perusahaan jasa Amerika yang mengirimkan medical transcription services ke Amerika Serikat. Keunggulan Filipina terletak pada tersedianya tenaga medis berbahasa Inggris. Walaupun nilai ekspornya baru mencapai US$10 juta, namun memberikan peluang yang besar karena impor jasa ini di Amerika Serikat mencapai US$ 13 juta per tahun (Arunnanondechai-Fink; 2007). Di luar Filipina, negara anggota ASEAN lainnya termasuk Indonesia, belum dapat memafaatkan peluang ini, oleh karena adanya undang-undang perlindungan kerahasiaan data pasien merupakan hambatan  pada moda ini di samping kemampuan berbahasa Inggris.

Kedua, wisata kesehatan yang diberikan oleh penyedia jasa di luar negeri kepada konsumen di negara lain setelah konsumen tersebut berpindah secara fisik ke negara penyedia jasa. Tiga negara ASEAN sangat menonjol selama beberapa tahun terakhir ini seperti Mouth Ellizabeth Central Hospital (Singapura),keti pulau Penang (Malaysia), dan Bangkok (Thailand). Setiap tahunnya, 60% turis yang berwisata kesehatan di Thailand berasal dari Indonesia, sedangkan di Singapura jumlah tersebut mencapai 45% dari total turis kesehatan. Di samping memanfaatkan peluang wisatawan dari kalangan menengah ke atas asal Indonesia, penduduk Indonesia di wilayah Sumatra memanfaatkan peluang ini karena mudahnya akses tanpa prosedur administratif visa seperti yang dimanfaatkan oleh penduduk provinsi Kepri berwisata kesehatan di Singapura, Penang, maupun Johor Bahru. Bila turis tersebut telah kembali ke negara asal khususnya Indonesia, RS di Bangkok, di Singapura, Penang, Johor Bahru tetap melakukan kontrol jarak jauh walaupun si pasien telah dinyatakan sembuh seperti yang dialami masyarakat Indonesia di Tanjung Pinang dan Batam. Sebuah pola pembelajaran yang mengikuti layanan kesehatan di negara-negara sosial demokrat seperti Prancis dan Jerman. Filipina dan Vietnam walaupun mempunyai keterbatasan peralatan, tidak mau ketinggalan dalam penyediaan jasa ini dengan membuka akses pelayanan kesehatan pada perawatan spesialis mata dan bedah plastik. Sedangkan Vietnam membuka akses pada pasien asal Kamboja. Agaknya kedua negara ini memanfaatkan peluang bahasa dan jasa pelayanan pada negara tetangga. Lalu bagaimana dengan negara kita? Indonesia, harus memberikan pelayanan prima lebih dahulu bagi rakyatnya sendiri utamanya akses dan perilaku pelayanan tenaga medis yang menjadi keluhan di mana-mana di samping menangani serbuan agen-agen perusahaan farmasi yang mencoba bekerjasama dengan tenaga medis atas nama pelayanan jasa kesehatan.

Ketiga, commercial presence merupakan jasa yang disediakan dengan kehadiran penyedia jasa asing di Indonesia. Contoh jelas adalah « Parkway Group Healthcare » salah satu pemodal terbesar asal Singapura bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit di Indonesia, Malaysia, India, Sri Langka maupun Inggris khususnya wilayah perkotaan untuk memenuhi permintaan kelas menengah ke atas yang enggan melakukan wisata kesehatan.

Keempat, ekspor tenaga medis merupakan penyediaan jasa langsung berupa tenaga medis asing yang memiliki keahlian tertentu, misalnya saat ini sudah ada para dokter dari India dan China berpraktek di Indonesia, setelah 2010, para dokter dari negara tersebut akan membanjiri Indonesia. Namun, fenomena ini saling mengisi, karena Singapura juga kekurangan dokter yang diisi oleh dokter dari Malaysia dan Philipina. Sedangkan Malaysia yang juga kekurangan dokter karena mereka bekerja di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diisi oleh dokter asal India dan Indonesia. Di Indonesia, 47% para dokter terkonsentrasi di Jawa karena daya tarik Jawa dan daya tolak tempat mengabdi.
Setiap tahun pendapatan dari health tourism tersebut mencapai US$482 juta di ASEAN dengan pembagian US$420 juta bagi Singapura dan US$40 juta bagi Thailand, sisanya Malaysia. Negara Gajah Putih saat ini telah menjalankan « universal care scheme » yaitu asuransi kesehatan yang menjamin 80,4% penduduknya dan telah berjalan sangat baik sejak diluncurlalukan 2001. Di ASEAN, sebagian besar biaya kesehatan berasal dari pengeluaran rumah tangga kecuali Thailand dan Malaysia yang masing-masing dari sektor pemerintah sebesar 67.5% dan 53.7% dari total biaya kesehatan masyarakat. Lalu bagaimana dengan negara kita? Sekali lagi kita ketinggalan dalam penentuan skala prioritas layanan publik yang terkadang hanya menjadi fokal poin dan komoditas politik saat kampanye pilkada, dengan embel-embel penggratisan layanan kesehatan yang terkadang sangat melanggar ruang privasi tenaga medis sebagai anggota masyarakat.
-------------------
*) Mahasiswa program doktor pada pusat kajian ekonomi makro dan keuangan internasional (CEMAFI), Universitas Nice Sophia Antipolis, Prancis

Last Updated on Friday, 04 February 2011 17:33
 
Pelayanan Dokter Keluarga di Desa Terpencil Provinsi Kepulauan Riau, Rencana Rekruitmen dan Penempatannya Tahun 2011 PDF Print E-mail
Friday, 04 February 2011 17:18
Permasalahan yang ditemukan di Provinsi Kepulauan Riau sebagai Provinsi yang terdiri dari pulau-pulau dan terdapat daerah-daerah terpencil, sangat terpencil, tertinggal dan perbatasan dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil tersebut di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dan pemenuhan sumber daya manusia kesehatan strategis khususnya tenaga dokter maka Provinsi Kepulauan Riau merencanakan menyediakan "Dokter Keluarga" yang nantinya akan melayani masyarakat.

Program pelayanan dokter keluarga adalah tindak lanjut dari program pelayanan kesehatan desa terpencil. Dalam program pelayanan desa terpencil dilakukan pelayanan kesehatan baik promotif, preventif maupun kuratif dengan mendatangkan tim kesehatan secara rutin ke desa-desa atau pulau-pulau yang secara geografis sulit terjangkau oleh fasilitas pelayanan kesehatan khususnya oleh dokter. Dokter keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primer yang komprehensif, kontinyu, mengutamakan pencegahan, koordinatif, mempertimbangkan keluarga, komunitas dan lingkungannya dilandasi keterampilan dan keilmuan yang mapan.

Tujuan

Tujuan penyelenggaraan dokter keluarga meliputi:
a. Mengembangkan sarana dan metode penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara berulang dan intensif sehingga diharapkan kedepan mampu meningkatkan pengetahuan dan pola hidup masyarakat yang sesuai dengan PHBS.
b. Mengoptimalkan surveilans epidemiologi dan SKD sehingga memiliki data dan pemetaan yang akurat mengenai lingkungan dan potensi berbagai penyakit menular, termasuk penemuan kasus gizi buruk dan mekanisme penanggulangannya khususnya didesa terpencil
c. Meningkatkan jangkauan, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan

Rencana Rekruitmen dan Penempatannya

Pada tahun 2011 Provinsi Kepulauan Riau melalui APBD menyediakan anggaran untuk merekrut tenaga dokter yang akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil se-Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 100 orang tenaga melalui seleksi. Setelah lulus melalui seleksi akan dilaksanakan ikatan kontrak selama satu tahun. Rencana rekruitmen akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, diperkirakan pada bulan Februari dan Mei 2011, sedangkan mulai bertugas bulan April dan Juli tahun 2011 (tergantung kesiapan anggaran). Peta Provinsi Kepulauan Riau, dapat di click di ikon data kesehatan website ini.

Fasilitas yang diberikan

Fasilitas yang diberikan kepada Dokter Keluarga selain gaji pokok yang memadai, juga mendapat fasiltas lain seperti asuransi, biaya kontrak rumah, transportasi pulang dan pergi dan pelatihan-pelatihan/pembekalan yang memadai.

Bagi yang berminat dapat menghubungi Pusat Informasi Dokter Keluarga, atau datang langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Kemungkinan juga akan dilakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi :
Pusat Informasi Dokter Keluarga
dr. Irham Taslim
Seksi Bina Tenaga Teknis Bidang Pengembangan
Dinas Kesehatan provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 Telp.(0771) 7330132
Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Permasalahan yang ditemukan di Provinsi Kepulauan Riau sebagai Provinsi yang terdiri dari pulau-pulau dan terdapat daerah-daerah terpencil, sangat terpencil, tertinggal dan perbatasan dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil tersebut di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dan pemenuhan sumber daya manusia kesehatan strategis khususnya tenaga dokter maka Provinsi Kepulauan Riau merencanakan menyediakan "Dokter Keluarga" yang nantinya akan melayani masyarakat.

Program pelayanan dokter keluarga adalah tindak lanjut dari program pelayanan kesehatan desa terpencil. Dalam program pelayanan desa terpencil dilakukan pelayanan kesehatan baik promotif, preventif maupun kuratif dengan mendatangkan tim kesehatan secara rutin ke desa-desa atau pulau-pulau yang secara geografis sulit terjangkau oleh fasilitas pelayanan kesehatan khususnya oleh dokter. Dokter keluarga adalah dokter praktek umum yang menyelenggarakan pelayanan primer yang komprehensif, kontinyu, mengutamakan pencegahan, koordinatif, mempertimbangkan keluarga, komunitas dan lingkungannya dilandasi keterampilan dan keilmuan yang mapan.

Tujuan

Tujuan penyelenggaraan dokter keluarga meliputi:
a. Mengembangkan sarana dan metode penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara berulang dan intensif sehingga diharapkan kedepan mampu meningkatkan pengetahuan dan pola hidup masyarakat yang sesuai dengan PHBS.
b. Mengoptimalkan surveilans epidemiologi dan SKD sehingga memiliki data dan pemetaan yang akurat mengenai lingkungan dan potensi berbagai penyakit menular, termasuk penemuan kasus gizi buruk dan mekanisme penanggulangannya khususnya didesa terpencil
c. Meningkatkan jangkauan, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan

Rencana Rekruitmen dan Penempatannya

Pada tahun 2011 Provinsi Kepulauan Riau melalui APBD menyediakan anggaran untuk merekrut tenaga dokter yang akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil se-Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 100 orang tenaga melalui seleksi. Setelah lulus melalui seleksi akan dilaksanakan ikatan kontrak selama satu tahun. Rencana rekruitmen akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, diperkirakan pada bulan Februari dan Mei 2011, sedangkan mulai bertugas bulan April dan Juli tahun 2011 (tergantung kesiapan anggaran). Peta Provinsi Kepulauan Riau, dapat di click di ikon data kesehatan website ini.

Fasilitas yang diberikan

Fasilitas yang diberikan kepada Dokter Keluarga selain gaji pokok yang memadai, juga mendapat fasiltas lain seperti asuransi, biaya kontrak rumah, transportasi pulang dan pergi dan pelatihan-pelatihan/pembekalan yang memadai.

Bagi yang berminat dapat menghubungi Pusat Informasi Dokter Keluarga, atau datang langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Kemungkinan juga akan dilakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi :
Pusat Informasi Dokter Keluarga
dr. Irham Taslim
Seksi Bina Tenaga Teknis Bidang Pengembangan
Dinas Kesehatan provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 Telp.(0771) 7330132
Email : cccccccccccccccccccccccc
Last Updated on Friday, 04 February 2011 17:38
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 Next > End >>

Page 35 of 37

Masuk



Download LKIP

 

Klik gambar untuk mengunduh

Aplikasi

(Mohon Maaf Layanan SIDK dalam
proses maintenance dan update Data)

PageRank Checking Icon

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini729
mod_vvisit_counterKemarin3060
mod_vvisit_counterMinggu Ini6367
mod_vvisit_counterMinggu Lalu18453
mod_vvisit_counterBulan Ini27863
mod_vvisit_counterBulan Lalu57018
mod_vvisit_counterSeluruhnya2684244

We have: 135 guests online
Your IP: 54.163.210.170
 , 
Today: Dec 12, 2017

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai website resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ini?
 

Link Instansi


Figur

Dr. H. Tjetjep Yudiana, M.Kes

Lihat Selengkapnya