Beberapa Mitos COVID-19 dan Makanan

Cetak

Ilustrasi teh jahe dan lemonshutterstock

Gambar : Ilustrasi teh, jahe dan lemon (shutterstock)

Sejak kemunculan pandemi virus Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Banyak informasi yang beredar tentang makanan yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19 dan banyak pula masyarakat yang mempercayai dan berbondong-bondong membeli makanan yang dipercaya dapat menyembuhkan COVID-19 sehingga menyebabkan fase panic buying. Padahal, berbagai makanan tersebut belum tentu terbukti kebenarannya mampu menyembuhkan hingga mencegah Covid-19.

 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui biro media memberikan banyak klarifikasi soal informasi makanan dan obat herba yang disebut-sebut ampuh atasi virus Covid-19. Setidaknya ada 9 mitos tentang makanan dan COVID-19 yang sudah pernah beredar di masyarakat, dari mengkonsumsi teh herbal, bawang, atau probiotik, hingga minum air panas dan menhirup uap panas.

Teh herbal dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19

Jenis minuman pertama adalah teh herbal. Rupanya, kegunaan teh herbal yang disebut mampu mencegah hingga menyembuhkan Covid-19 tersebut adalah mitos belaka. Hingga saat ini, belum ada bukti yang mendukung mengenai penggunaan teh herbal untuk berbagai tindakan medis perawatan pasien Covid-19.

Mengkonsumsi probiotik dapat mencegah COVID-19

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang umumnya ditambahkan ke makanan atau digunakan sebagai suplemen makanan untuk memberikan manfaat Kesehatan, belum ada bukti yang kuat jika probiotik mampu membantu menyembuhkan Covid-19.

Makan Jahe dapat mencegah COVID-19

Jahe juga disebut mampu mencegah Covid-19. Namun, tidak ada bukti medis yang nyata mengenai hal ini. Jahe hanya sebatas bahan makanan yang memiliki sifat anti-mikroba dan anti-inflamasi

Makan bawan putih dapat mencegah COVID-19

Mengonsumsi bawang putih secara langsung dianggap ampuh. Sama halnya dengan beberapa sumber makanan sebelumnya, bawang putih sama sekali tidak ada bukti yang jelas jika penggunaannya mampu meredam hingga mencegah Covid-19.

Menambahkan Cabai pada sup atau makanan dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19

Anggapan untuk menambahkan cabai pada makanan untuk menyembuhkan hingga mencegah Covid-19 beredar tanpa ada bukti yang cukup jelas. Padahal, menambahkan rasa pedas mungkin justru akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada organ lainnya.

Racikan air kelapa muda, jeruk nipis, garam dan madu dapat membunuh virus COVID-19

Air kelapa muda yang dicampur dengan garam, madu, serta jeruk nipis disebut dapat membunuh Covid-19. Padahal, semua kandungan dalam air kelapa muda, madu, serta jeruk nipis tersebut hanya sebatas meningkatkan sistem kekebalan tubuh saja.

Berkumur dengan air garam dan minum air hangat dapat membunuh virus COVID-19

Berkumur dengan air hangat dicampur dengan air garam menjadi kabar yang cukup menyesatkan. Kandungan natrium yang terdapat pada garam yang dicampur dengan air hangat belum ada bukti ilmiahnya jika mampu mencegah Covid-19.

Campuran air panas dan lemon membunuh virus penyebab COVID-19

Campuran lemon dengan air panas juga tidak mampu membunuh Covid-19. Belum ada penelitian terkini mengenai kedua hal tersebut dalam penggunaannya sebagai pencegah terinfeksi nya Covid-19.

Mengonsumsi minuman panas dan menghirup uap panas dapat membunuh virus COVID-19

Terakhir, minuman panas sekali pun juga tidak mampu membunuh Covid-19. Terlebih dengan menghirup uap panasnya.

Itu dia beberapa informasi terkait makanan dan kesehatan yang beredar di masyarakat, baik melalui postingan sosial media ataupun broadcast pesan aplikasi seperti WhatsApp. Anda perlu berhati-hati dalam mencerna informasi semacam ini agar tidak terjebak hoaks seputar pandemi, serta cek kebenaran informasi di kanal-kanal resmi seperti https://s.id/infovaksin. (AD)

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech