Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Tjetjep Yudiana: Kedepankan Masyarakat ber-Perilaku Hidup Bersih Sehat PDF Print E-mail
Wednesday, 01 October 2014 12:36

Tjetjep Yudiana: Kedepankan Masyarakat ber-Perilaku Hidup Bersih Sehat

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) melaksanakan kegiatan “Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Bidan/Perawat Poskesdes Tahun 2014”, di Batam Center Hotel (30/6/2014) dengan peserta tenaga kesehatan dari Poskesdes. 


Untuk keberhasilan penyelenggaraan berbagi upaya pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan lebih difokuskan pada : a) Meningkatnya perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat untuk Hidup Bersih & Sehat (PHBS), b) Meningkatkannya kemandirian masyarakat dalam sistem peringatan dini, penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana, serta terjadinya wabah KLB, c) Meningkatnya keterpaduan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dengan kegiatan yang berdampak pada income generating.

"Kesehatan merupakan hak azasi dan sekaligus sebagai investasi sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan, dan ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini perlu dilakukan karena kesehatan bukanlah tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta", Kata Tjetjep Yudiana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam sistem kesehatan nasional 2009, khususnya dalam tujuan sub-sistem pemberdayaan masyarakat adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, berperan aktif dalam setiap pembangunan kesehatan, serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan.

Saat ini dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, masyarakat masih diposisikan sebagai objek dan belum sebagai subjek, selain itu masih banyak upaya kesehatan belum menyentuh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, tertingal, kepulauan dan perbatasan. Untuk itu perlu adanya Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar sehingga lebih mudah diakses (accessible), lebih terjangkau (affordable) serta lebih berkualitas (quality), juga untuk mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu, dan bayi.

Dalam perkembangan pemberdayaan masyarakat sampai dewasa ini telah tumbuh dan berkembang berbagai UKBM. Antara lain Posyandu, Pos UK, Poskestren, Posbindu PTM, Posmaldes, Pos TB Desa, Pokmair, Polindes, dll. Sebagai contoh secara kuantitas, perkembangan jumlah posyandu sangat menggembirakan di mana di setiap desa / kelurahan terdapat 3 – 4 posyandu, namun ditinjau dari aspek kualitas masih ditemukan banyak masalah antara lain kelengkapan sarana dan keterampilan kader yang belum memadai.

Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif pada akhirnya diharapkan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan Desa, agar dalam pelaksanaannya dapat berkesinambungan. Salah satu bentuk UKBM yang mendukung adalah poskesdes yakni dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar setiap hari bagi masyarakat desa serta sebagai sarana untuk mempertemukan upaya masyarakat dan dukungan pemerintah yang meliputi pelayanan upaya promotif, preventif, dan kuratif sesuai dengan kewenangannya yang dlaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader kesehatan.

Oleh karena itu dalam rangka mendukung pelaksanaan upaya pendekatan pelayanan kesehatan dasar tersebut kepada masyarakat kondisi perlu adanya peningkatan kapasitas dari tenaga kesehatan di poskesdes dalam hal ini bidan / perawat dalam mendukung operasionalnya poskesdes/poskeskel ataupun UKBM lain. Keberadaannya yang terletak di berbagai pelosok di seluruh wilayah perlu adanya perhatian, dukungan, maupun pengawasan secara intens sehingga upaya untuk dapat mendekatkan upaya promotif dan preventif dan kuratif kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Mengingat hal tersebut untuk memantapkan upaya dimaksud sangat dipengaruhi oleh peran serta dan dukungan pemerintah, sehingga diperlukan kegiatan “Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Bidan/Perawat Poskesdes Tahun 2014” sehingga diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan peran sesuai dengan kompetensi, kemampuan dan kewenangan dari tenaga kesehatan di poskesdes, Sehingga tujuan yang telah disebutkan tadi yakni di mana keaktifan atau operasionalnya poskesdes dapat semakin meningkat juga fungsi poskesdes sebagai fasilitas kesehatan guna mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan dan sebahai wahana pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan dapat terselengara secara optimal. ***(joni sandra)

Last Updated on Sunday, 09 November 2014 20:29
 
Kunker Dinkes Tidore Kepulauan ke Desa Siaga Provinsi Kepri PDF Print E-mail
Wednesday, 10 September 2014 23:23

Kunker Dinkes Tidore Kepulauan ke Desa Siaga Provinsi Kepri

Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan dan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mengenai “Pengembangan Desa Siaga Aktif (9 s/d 15 Februari 2014). Rombongan Kunker langsung disambut Kadinkes.Bintan Mohammad Roem dan jajaran di ruang rapat Dinkes Bintan. Peninjauan lapangan rombongan didampingi Langsung Dinkes Provinsi Kepri diwakili Kabid.Promkes & Kesga Rizal Rinaldy,S.SiT, M.Kes dan Kasie.Promkes Arsenila Dewi Pramanti,S.Farm, Apt. Dari Dinkes Bintan diwakili Kabid.Promkes & UKBM Hj.Dwi Meiry Bintan dan Kasie.Promkes H.Jufri.

“Dipilihnya dua daerah ini karena Kabupaten Bintan pernah mendapatkan juara dua Lomba Desa Siaga tingkat Nasional Tahun 2013 dan Kota Batam juara satu lomba Posyandu tingkat Nasional Tahun 2012, maka kita mau lihat langsung bagaimana dua daerah ini memberikan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat”, kata Soleman Mahmud,SKM, M.Kes Sekretaris Dinkes Kota Tidore Kepulauan.

Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas SDM untuk mewujudkan masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan pengetahuan petugas khususnya pengelola dalam pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, meningkatkan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam pembinaan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, Meningkatkan koordinasi pelaksanaan program yamg berkaitan dengan pengembingan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, Meningkatkan kualitas pelayanan Desa/Kelurahan Siaga Aktif kepada masyarakat, Meningkatkan pengembangan kemitraan dalam pembinaan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, Mengembangkan Desa Siaga sebagai wujud Pemberdayaan Masyarakat dalam membangun pemahaman, kesadaran dan kesiagaan kedaruratan dalam menghadapi bencana.

Sadriana,SKM,M.Kes Ketua Rombongan Kunker Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan menjelaskan bahwa, harapannya sekembali kunjungan kerja dari Bintan dan Batam itu dapat mengembangkan Desa Siaga yang ada di Kota Tidore ini menjadi Desa Siaga yang aktif dan memiliki strata Mandiri. Karena itu peran masyarakat termasuk swasta sebagai subjek maupun pelaku pembangunan wajib, menyelenggarakan pembangunan kesehatan; meningkatkan dan mensinergikan program kesehatan dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) serta; menerapkan promosi kesehatan yang efektif dengan memanfaatkan agen of change setempat juga mobilisasi sektor lain untuk mendukung sektor kesehatan. Kegiatan yang dilakukan yang bersinergi dengan masyarakat adalah model pendekatan dan kebersamaan guna menfasilitasi percepatan dan pencapaian derajat kesehatan dengan mengembangkan kesiap-siagaan ditingkat desa yang biasa disebut dengan Desa Siaga.

“Kunker ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan khususnya petugas dan pengelola Desa Siaga Aktif. Pemerintah memiliki tanggungjawab untuk merencanakan, mengatur dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan guna memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat di desa dalam bentuk Desa Siaga Aktif”, jelas Sadriana Kasie.Promkes Dinkes Kota Tidore Kepulauan.*** (joni sandra)

Last Updated on Friday, 26 September 2014 02:32
 
Tjetjep Yudiana : Pusat - Daerah Perlu Keserasian Program PDF Print E-mail
Wednesday, 10 September 2014 21:37

Tjetjep Yudiana : Pusat - Daerah Perlu Keserasian Program 

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam (11-13/08/2014) dengan tema “Percepatan Integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke BPJS untuk mencapai Universal Coverage Provinsi Kepulauan Riau. Pemilihan tema ini tidak terlepas dari urgensi ditemukannya berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dengan penerapan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional sejak 1 Januari 2014 lalu, dan dalam upaya mengoptimalkan percepatan universal coverage di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini disaksikan langsung tiga Anggota DPRD Kepri, Hotman Hutapea, Hanafi Ekra dan Jusrizal.

H.Tjetjep Yudiana,M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dalam sambutannya menjelaskan bahwa disamping permasalahan JKN, permasalahan pokok lainnya yang perlu dibahas bersama terkait pembangunan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau, diantaranya Pertama, Masih rendahnya kualitas kesehatan penduduk yang antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian bayi, anak balita dan ibu hamil (AKB/AKI), tingginya proporsi balita yang menderita gizi kurang serta masih tingginya angka kematian akibat penyakit menular dan kecenderungan semakin meningkatnya jumlah kematian penyakit tidak menular (PTM). Kedua, Kesenjangan kualitas kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu antar wilayah/daerah dan antar kelompok status sosial ekonomi merupakan dampak dari belum memadainya jumlah, penyebaran dan mutu tenaga kesehatan dan sarana kesehatan serta terbatasnya sumber pembiayaan kesehatan.

 

"Permasalahan-permasalahan ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif mulai dari tingkat Pusat sampai ke Daerah. Adanya keserasian program dan kegiatan yang dilakukan di Pusat hingga ke Daerah diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan kesehatan", Kata H.Tjetjep Yudiana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya. 

Pembangunan kesehatan berkembang secara dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tatanan penyelenggaraan pemerintahan. Berbagai permasalahan dan tantangan muncul yang membutuhkan solusi dan kebijakan yang tepat. Untuk itu semua jajaran kesehatan dan stakeholder terkait diharapkan senantiasa tanggap dan mampu menentukan langkah yang tepat untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang efektif dan konfrehensif. 

Bertolak dari pemikiran ini dan dalam rangka mewujudkan pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka sinkronisasi dan optimalisasi antara program-program bidang kesehatan antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat penting diselenggarakan, termasuk didalamnya peran sektor terkait yang dominan. Melalui Rakerkesda diharapkan mampu memfasilitasi dan menghimpun berbagai sumber daya yang ada, memecahkan masalah-masalah kesehatan terutama dalam usaha pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas antar Kabupaten/Kota dan lintas Kabupaten/Kota serta mengembangkan peran lintas sektor.

“Rakerkesda Kepri 2014 ini umumnya bertujuan agar terwujudnya sinkronisasi dan optimalisasi kegiatan antara Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit dan Institusi kesehatan lainnya di Provinsi Kepulauan Riau dalam hal pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas”, kata Tjetjep Yudiana.

Secara khusus Rakerkesda ini bertujuan: 1) Adanya sinkronisasi, pemecahan masalah danrencana tindak lanjut upaya pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau secara menyeluruh; 2) Terinformasikannya Evaluasi Penyelenggaraan JKN Tingkat Nasional; 3) Terinformasikannya Program Prioritas Provinsi Kepulauan Riau Terkait Pembangunan Kesehatan TA 2015; 4) Terinformasikannya Dukungan SDMK Dalam Pelaksanaan JKN; 5) Terinformasikannya Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN di FKTP; 5) Tersosialisasikannya Surat Edaran Mendagri No. 900/2280/SJ Tahun 2014; 6) Terlaksananya Evaluasi Penyelenggaraan JKN Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta upaya integrasi Jamkesda ke BPJS; dan 7) Adanya komitmen bersama peserta Rakerkesda untuk mengintegrasikan Jamkesda ke BPJS dalam upaya mewujudkan universal coverage. *** (joni sandra)

Materi Rakerkesda Kepri 2014 diantaranya :

  1. Prioritas Provinsi Kepulauan Riau Terkait Pembangunan Kesehatan TA 2015
  2. Dukungan SDMK Dalam Pelaksanaan JKN
  3. Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN di FKTP
  4. Surat Edaran Mendagri No. 900/2280/SJ Tahun 2014
  5. PelayananKefarmasianDalamMendukung JKN
  6. Optimalisasi FKTP DalamPenyelenggaraan JKN
  7. Evaluasi Penyelenggaraan JKN Tingkat Nasional
  8. Evaluasi Penyelenggaraan JKN Tingkat Provinsi
  9. Integrasi Peserta Jamkesda Kabupaten/Kota Menjadi Peserta BPJS
  10. Rangkuman dan Kesepakatan Peserta

Narasumber Rakerkesda Kepri 2014 berasal dari:

  1. Kementerian Kesehatan (Sekjend.Kemenkes RI, Ka.Badan PPSDM, Ka.Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Dirjen Bina Kefarmasian dan Alkes, Dirjen Bina Upaya Kesehatan)
  2. Kementerian Dalam Negeri (Dir.Keuangan Daerah Kemendagri)
  3. Provinsi : Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota/RS/Puskesmas, serta BPJS Kesehatan.

Peserta Rakerkesda Kepri 2014 berasal dari:

a. Peserta Provinsi, meliputi :

  1. Kepala Dinas, Ka. Sekretariat/Kabid, Kasubbag/Kasie Dinkes Prov.
  2. Bappeda Provinsi Kepulauan Riau
  3. Ketua dan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri
  4. Direktur RSUD Tanjung Uban
  5. Direktur RSUD Provinsi Kepri di Tanjungpinang

b. Peserta Kabupaten/Kota, meliputi:

  1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
  2. Kepala Bidang Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
  3. Direktur RS Pemerintah Kabupaten/Kota

 c. Peserta Mandiri, meliputi:

  1. Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Riau
  2. Direktur Poltekkes Tanjungpinang
  3. Direktur RS Swasta (RS Otorita Batam, RS Awal Bros, RS Harapan Bunda, RS Budi Kemuliaan dan RS Casa Medikal Centre).
  4. BPJS Batam dan Tanjungpinang
  5. PT. Jamsostek Tanjungpinang
  6. Organisasi Profesi (IDI, IBI, PPNI)
  7. PalangMerah Indonesia wilayahProvinsiKepulauan Riau
  8. Kepala KKP Karimun, Batam dan Tanjungpinang
  9. Kepala BTKL Batam
  10. Kepala Balai POM Batam. ***(Sumber: Dinkes Kepri, 2014)
Last Updated on Sunday, 09 November 2014 21:31
 
Lowongan D-III Tenaga Kesehatan Tahun 2014 PDF Print E-mail
Written by Subbag Umum Kepegawaian Dinkes Prov Kepri   
Tuesday, 02 September 2014 14:29

Lowongan Penugasan Khusus D-III Tenaga Kesehatan Wilayah Kerja Provinsi Kepri Tahun 2014 Dengan Formasi :

Tenaga Gizi : 2 Orang

Analis Kesehatan  : 6 orang

Pendaftaran dibuka sampai tanggal 10 September 2014, Berkas Lamaran dikirimkan Kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.

PERSYARATAN KELENGKAPAN BERKAS PENUGASAN KHUSUS D-III TENAGA KESEHATAN

  1. Surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna
  2. Fotocopy Ijazah Diploma III (tiga) yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
  3. Fotocopy Surat Tanda Registrasi Tenaga Kesehatan;
  4. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;
  5. Surat Pernyataan dibuat rangkap 2 lembar (1 lembar asli bermaterai dan 1 lembar foto copy dari yang bermaterai) ; klik untuk melihat lampiran surat pernyataan
    1. Tidak Terikat Kontrak Kerja dengan Instansi Pemerintah maupun swasta.
    2. Bersedia bertugas di Puskesmas sesuai jangka waktu yang ditetapkan.
    3. Tidak mengajukan cuti selama penugasan.
    4. Dalam keadaan sehat dan tidak sedang hamil.
Last Updated on Thursday, 04 September 2014 17:15
 
Kepulauan Riau Butuh Dokter Spesialis PDF Print E-mail
Written by Subbag Umum Kepegawaian   
Monday, 01 September 2014 09:00

LOWONGAN DOKTER SPESIALIS PTT PUSAT WILAYAH KERJA PROVINSI KEPRI TAHUN 2014 DENGAN FORMASI :

NO

KABUPATEN/KOTA

TIPE RUMAH SAKIT

JENIS SPESIALIS

ALOKASI FORMASI KRITERIA

B

T

ST

1

Kab. Natuna

RSUD Natuna

C

Sp. Anak

Sp. Kebidanan

SP. Anastesi

SP. Patologi Klinik

Sp. Bedah Mulut

0

0

0

0

0

 

1

1

1

1

1

 

0

0

0

0

0

 

2

Kab. Kep. Anambas

RS Lapangan Palmatak

 

 

 

RS Bergerak Jemaja

D

 

 

 

 

D

Sp. Anak

Sp. Bedah

Sp. Kebidanan

Sp. Penyakit Dalam

 

Sp. Anak

Sp. Bedah

Sp. Kebidanan

Sp. Penyakit Dalam

0

0

0

0

 

0

0

0

0

 

1

1

1

1

 

0

0

0

0

 

0

0

0

0

 

1

1

1

1

 

3

Kota Tanjungpinang

RSUD BLUD Kota Tanjungpinang

C

Sp. Radiologi

Sp. Orthodonti

1

1

 

0

0

 

0

0

 

4

Kab. Lingga

RS Dabo

 

 

 

RS Lapangan Lingga

D

 

 

 

 

C

Sp. Anak

Sp. Bedah

Sp. Kebidanan

Sp. Penyakit Dalam

 

Sp. Anak

Sp. Bedah

Sp. Kebidanan

Sp. Penyakit Dalam

Sp. Anastesi

 

 

0

0

0

0

 

0

0

0

0

0

 

 

1

1

1

1

 

1

1

1

1

1

 

 

0

0

0

0

 

0

0

0

0

0

 

 

5

RSUD TanjungUban

C

Sp. Bedah

Sp. Kebidanan

Sp. Penyakit Dalam

0

0

0

1

1

1

0

0

0

 

PERSYARATAN KELENGKAPAN BERKAS PENGANGKATAN DOKTER SPESIALIS PTT :

  1. Surat lamaran yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Cq. Kepala Biro Kepegawaian
  2. Surat usulan pengangkatan dokter spesialis PTT dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dimana Rumah Sakit tersebut berada.
  3. Surat Rekomendasi dari Rumah Sakit peminatan
  4. Daftar Riwayat Hidup
  5. Asli Surat Keterangan Sehat yang terbaru dari Dokter Pemerintah (Puskesmas/RSUD/RSUP/RS TNI-POLRI)
  6. Foto copy Ijazah Profesi Dokter Spesialis yang telah dilegalisir asli.
  7. Foto copy STR yang diterbitkan dari Konsil Kedokteran Indonesia dengan masa berlaku minimal sampai dengan 31 Desember 2015 (BUKAN LEGALISIR ASLI/bukan tanda terima pengurusan STR)
  8. Surat Pernyataan dibuat rangkap 2 lembar (1 lembar asli bermaterai dan 1 lembar foto copy dari yang bermaterai) ; klik untuk  melihat lampiran surat pernyataan
    1. TidakTerikat Kontrak Kerja dengan Instansi Pemerintah maupun swasta.
    2. Bersedia bertugas di lokasi penugasan sesuai kriteria dan lama tugas sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang pengangkatan dokter spesialis/dokter gigi spesialis sebagai PTT.
    3. Tidak mengambil cuti pada tahun pertama penugasan.
    4. Dalam keadaan sehat dan bersedia tidak hamil pada tahun pertama penugasan.
  9. Foto copy KTP/Domisili yang disyahkan oleh Pejabat Pemerintah yang berwenang (legalisir Asli RT/RW/Lurah/Camat/DinasKependudukan)
  10. Pas Fotoukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
  11. Foto copy Surat Keterangan Selesai Penugasan/Selesai Masa Bakti (SMB) bagi yang pernah melaksanakan PTT
  12. Foto copy Surat Nikah (bagi suami isteri yang sama-sama mendaftar)
  13. SK Bupati tentang penetapan kriteria RumahSakit
  14. Untukinformasi tentang alokasi formasi dan mekanisme pengangkatan dokter spesialis Tahun 2014 dapat diakses langsung melalui website resmi Biro Kepegawaian www.ropeg-kemenkes.or.id,

    Besaran penghasilan dan insentif dokter spesialis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1307/MENKES/SK/IX/2010 tentang Penghasilan Pokok dan Insentif Khusus Dokter Pegawai Tidak Tetap dan Bidan Pegawai TidakTetap. ***
Last Updated on Wednesday, 10 September 2014 23:15
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 37

Masuk



Download LKIP

 

Klik gambar untuk mengunduh

Aplikasi

(Mohon Maaf Layanan SIDK dalam
proses maintenance dan update Data)

PageRank Checking Icon

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini669
mod_vvisit_counterKemarin3060
mod_vvisit_counterMinggu Ini6307
mod_vvisit_counterMinggu Lalu18453
mod_vvisit_counterBulan Ini27803
mod_vvisit_counterBulan Lalu57018
mod_vvisit_counterSeluruhnya2684184

We have: 116 guests online
Your IP: 54.163.210.170
 , 
Today: Dec 12, 2017

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai website resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ini?
 

Link Instansi


Figur

Dr. H. Tjetjep Yudiana, M.Kes

Lihat Selengkapnya