Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Pembekalan Tenaga Enumerator PEMANTAUAN STATUS GIZI PDF Print E-mail
Written by Kesmas.kiagizi   
Wednesday, 09 August 2017 07:00

Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Berdasarkan Global Nutrition Report (GNR) tahun 2014, Indonesia termasuk kedalam 17 negara diantara 117 negara yang mempunyai tiga masalah gizi pada balita yaitu stunting, wasting dan overweight, disamping itu Indonesia termasuk juga di dalam 47 negara dari 122 negara yang mempunyai masalah anemia pada Wanita Usia Subur (WUS).

Untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan, perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi di seluruh wilayah provinsi dan kabupaten/kota. Pelaksananan surveilans gizi akan memberikan indikasi perubahan pencapaian indikator kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Selain itu, pelaksanaan surveilans gizi diperlukan untuk memperoleh tambahan informasi lain yang belum tersedia dari laporan rutin, seperti konsumsi garam beriodium, pemantauan status gizi anak dan ibu hamil risiko Kurang Energi Kronis (KEK) atau studi yang berkaitan dengan masalah gizi mikro, dan lain-lain.

Dalam Hal Tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Menanggapi Serius Khususnya Permasalahan Gizi Di Kepulauan Riau. Adapun Langkah Awal Yang Di Lakukan Yaitu Melalui Kerjasama MOU Pada Tahun 2016 Dengan Pihak Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Sebagai Salah Satu Instansi Pendidikan Negeri Yang Ada Di Kepulauan Riau, Dan Diharapkan Mampu Untuk Membantu Dalam Pengumpulan Data Masalah Gizi Di Wilayah Kepulauan Riau, Sehingga Kegaitan Pembekalan Pemantauan Status Gizi Yang di Lakukan Oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Melibatkan Masasiswa/i Poltekkes, Dinas Kesehatan Kab/kota, Serta Puskesmas. Pelaksanaan pertemuan yang dilaksanakan selama 4 hari, Bertempat di Hotel Golden Buy Kota Batam. Adapun materi pertemuan meliputi Cara menentukan klaster sampling di tingkat kabupaten untuk menentukan desa terpilih, Cara menentukan rumah tangga terpilih dari setiapĀ  desa terpilih, Pengukuran Antropometri, Menjalankan aplikasiĀ  entry data PSG, Teknik Wawancara.

Pencapaian indikator kinerja utama dan indikator kinerja kegiatan gizi dapat diketahui dari Riskesdas yang dilaksanakan setiap 3-5 tahun. Namun demikian, untuk memenuhi kebutuhan informasi terkait situasi status gizi dan indikator kegiatan perbaikan gizi yang spesifik wilayah terutama di kabupaten dan kota secara cepat, akurat, tepat waktu dan berkelanjutan, dipandang perlu melaksanakan Pemantauan Status Gizi (PSG) secara periodik dan berkesinambungan.

Ibu hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil KEK, berisiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya partus lama dan perdarahan pasca salin, bahkan kematian ibu. Risiko pada bayi dapat mengakibatkan terjadi kematian janin (keguguran), prematur, lahir cacat, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) bahkan kematian bayi. Ibu hamil KEK dapat mengganggu tumbuh kembang janin, yaitu Pembinaan Gizi Mas yarakat, pertumbuhan fisik (stunting), otak dan metabolisme yang menyebabkan penyakit tidak menular di usia dewasa. Surveilans gizi adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan diseminasi informasi hasil pengolahan data secara terus menerus dan teratur tentang indikator yang terkait dengan kinerja perbaikan gizi masyarakat. Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Gizi ini dimaksudkan sebagai acuan petugas kesehatan di provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan surveilans gizi untuk meningkatkan efektifitas kegiatan perbaikan gizi masyarakat dengan mempertajam upaya penanggulangan masalah gizi secara tepat waktu, tempat, sasaran dan jenis tindakannya.

Prinsip-prinsip Dasar Surveilans, meliputi; Tersedia data yang akurat dan tepat waktu, proses analisis atau kajian data, informasi yang sistematis dan terus menerus, proses penyebarluasan informasi, umpan balik dan pelaporan, serta ada tindak lanjut sebagai respon terhadap perkembangan informasi perbaikan gizi di suatu wilayah secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan PSG juga dimaksudkan untuk memperoleh informasi pencapaian sasaran dan target kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Dengan tersedianya data dan informasi perkembangan status gizi dan capaian sasaran dan target kegiatan pembinaan gizi secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan, dapat dimanfaatkan untuk keperluan penentuan tindakan intervensi, penetapan kebijakan dan keputusan serta perencanaan dan penganggaran kegiatan gizi.

Last Updated on Tuesday, 26 September 2017 11:28