Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Pengenalan Sekolah Sehat Melalui TIM Pembina UKS PDF Print E-mail
Written by Kesmas.kiagizi   
Tuesday, 26 September 2017 10:58

Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti sehat secara fisik, mental dan sosial serta produktif. Untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas tersebut tentunya dibutuhkan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus menerus.

Anak Usia Sekolah merupakan bagian dari anak, berusia 6 sampai 18 tahun yang jumlahnya mencapai seperempat dari total penduduk Indonesia, 80 % diantaranya ada di sekolah, dan ini berarti mencakup lebih dari 50 juta peserta didik. Mereka adalah sasaran yang strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena selain jumlahnya yang besar, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Sifat keingin tahuan yang tinggi dan kecenderungan untuk mencoba - coba, menyebabkan mereka mudah dimotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi hal-hal baru termasuk pesan - pesan kesehatan. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai agent of change (agen pengubah) di lingkungannya masing-masing.

Berdasarkan Riskesdas tahun 2010 dan 2013, survei, laporan rutin terkait usia sekolah didapatkan masalah gizi dan kesehatan sebagai berikut :

1. Masalah makronutrien dan mikronutrien

- Stunting sebesar 15,1% (usia 6-12 tahun)

- Sangat pendek sebesar 20% (usia 6-12 tahun)

- Anemia sebesar 26,4% pada anak usia 5-14 tahun dan sebesar 18,4% pada usia 15 – 24 tahun

- Obesitas/sangat gemuk sebesar 15,4% pada anak usia 15-24 tahun

2. Perilaku makan anak

- 44,6% sarapan dengan mutu rendah

- Senang jajan

- Memilih makanan tertentu berdasarkan kesukaan dan trend atau menjaga body image

- Kurang konsumsi sayur dan buah 93,6%

- Frekuensi makan mi instan 3-6 kali per minggu 34,5%

- Konsumsi makanan berisiko terhadap kesehatan :berpenyedap (75,7%), makanan manis (63,1%), makanan asin (24,4%)

  1. Masalah PHBS dan Lingkungan Sekolah

- Kecacingan pada siswa SD sebesar 28,7%

- PHBS rendah (perilaku cuci tangan pakai sabun dengan benar) sebesar 17,2%

- Kasus KLB keracunan makanan di sekolah tahun 2015 sebanyak 2.959 kasus

- Ketersediaan air bersih dan sarana sanitasi dasar di sekolah

- Risiko keberadaan vector penyakit di sekolah

- Penggunaan bahan toxic dan berbahaya di sekolah. Hasil pengawasan rutin BPOM (2008-2010) sebesar 40-44% jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat kesehatan

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wahana atau kendaraan yang dapat ditumpangi oleh berbagai program seperti Kesehatan Reproduksi, Gizi, Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA, Pengendalian Penyakit, Penyehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pengobatan sederhana dan lain - lain. Wahana ini menjadi penting dan strategis, karena pelaksanaan program melalui UKS tentu akan lebih efektif dan efisien serta berdaya ungkit lebih besar.

Oleh karena itu bisa difahami hasil evaluasi yang menyatakan bahwa walaupun UKS telah dilaksanakan sejak hampir 57 tahun yang lalu, pencapaian masing – masing  Kabupaten/Kota, khususnya pelaksanaan penjaringan kesehatan belum memenuhi target yang sudah disepakati dengan hasil yang tidak merata serta sangat tergantung pada tingkat kepedulian dan komitmen dari Pemangku Kebijakan di Kab/Kota masing - masing terhadap UKS. Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Pada Seksi Kesehatan Keluarga Dan Gizi Masyarakat Melakukan terobosan Dalam mempercepat pencapaian tujuan UKS Pada Bulan Mei Yang Lalu, Mengadakan Kegiatan”Orientasi Tim Pembina UKS Bagi Pengelola Kab/Kota, Puskesmas dan Guru Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017”. Seluruh Biaya Kegiatan Tersebut di Bebankan Melalui Dana APBN Tahun 2017.

Last Updated on Tuesday, 26 September 2017 11:01