Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Tjetjep Yudiana: Kedepankan Masyarakat ber-Perilaku Hidup Bersih Sehat PDF Print E-mail
Wednesday, 01 October 2014 12:36

Tjetjep Yudiana: Kedepankan Masyarakat ber-Perilaku Hidup Bersih Sehat

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) melaksanakan kegiatan “Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Bidan/Perawat Poskesdes Tahun 2014”, di Batam Center Hotel (30/6/2014) dengan peserta tenaga kesehatan dari Poskesdes. 


Untuk keberhasilan penyelenggaraan berbagi upaya pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan lebih difokuskan pada : a) Meningkatnya perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat untuk Hidup Bersih & Sehat (PHBS), b) Meningkatkannya kemandirian masyarakat dalam sistem peringatan dini, penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana, serta terjadinya wabah KLB, c) Meningkatnya keterpaduan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dengan kegiatan yang berdampak pada income generating.

"Kesehatan merupakan hak azasi dan sekaligus sebagai investasi sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan, dan ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat, dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini perlu dilakukan karena kesehatan bukanlah tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta", Kata Tjetjep Yudiana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam sistem kesehatan nasional 2009, khususnya dalam tujuan sub-sistem pemberdayaan masyarakat adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, berperan aktif dalam setiap pembangunan kesehatan, serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan.

Saat ini dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, masyarakat masih diposisikan sebagai objek dan belum sebagai subjek, selain itu masih banyak upaya kesehatan belum menyentuh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, tertingal, kepulauan dan perbatasan. Untuk itu perlu adanya Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar sehingga lebih mudah diakses (accessible), lebih terjangkau (affordable) serta lebih berkualitas (quality), juga untuk mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu, dan bayi.

Dalam perkembangan pemberdayaan masyarakat sampai dewasa ini telah tumbuh dan berkembang berbagai UKBM. Antara lain Posyandu, Pos UK, Poskestren, Posbindu PTM, Posmaldes, Pos TB Desa, Pokmair, Polindes, dll. Sebagai contoh secara kuantitas, perkembangan jumlah posyandu sangat menggembirakan di mana di setiap desa / kelurahan terdapat 3 – 4 posyandu, namun ditinjau dari aspek kualitas masih ditemukan banyak masalah antara lain kelengkapan sarana dan keterampilan kader yang belum memadai.

Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif pada akhirnya diharapkan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan Desa, agar dalam pelaksanaannya dapat berkesinambungan. Salah satu bentuk UKBM yang mendukung adalah poskesdes yakni dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar setiap hari bagi masyarakat desa serta sebagai sarana untuk mempertemukan upaya masyarakat dan dukungan pemerintah yang meliputi pelayanan upaya promotif, preventif, dan kuratif sesuai dengan kewenangannya yang dlaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader kesehatan.

Oleh karena itu dalam rangka mendukung pelaksanaan upaya pendekatan pelayanan kesehatan dasar tersebut kepada masyarakat kondisi perlu adanya peningkatan kapasitas dari tenaga kesehatan di poskesdes dalam hal ini bidan / perawat dalam mendukung operasionalnya poskesdes/poskeskel ataupun UKBM lain. Keberadaannya yang terletak di berbagai pelosok di seluruh wilayah perlu adanya perhatian, dukungan, maupun pengawasan secara intens sehingga upaya untuk dapat mendekatkan upaya promotif dan preventif dan kuratif kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Mengingat hal tersebut untuk memantapkan upaya dimaksud sangat dipengaruhi oleh peran serta dan dukungan pemerintah, sehingga diperlukan kegiatan “Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Bidan/Perawat Poskesdes Tahun 2014” sehingga diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan peran sesuai dengan kompetensi, kemampuan dan kewenangan dari tenaga kesehatan di poskesdes, Sehingga tujuan yang telah disebutkan tadi yakni di mana keaktifan atau operasionalnya poskesdes dapat semakin meningkat juga fungsi poskesdes sebagai fasilitas kesehatan guna mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan dan sebahai wahana pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan dapat terselengara secara optimal. ***(joni sandra)

Last Updated on Sunday, 09 November 2014 20:29