Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Pengumuman : Per tanggal 1 Januari 2018 akan dilaunching Template Baru Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dengan Alamat : http://dinkes.kepriprov.go.id ::
Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
PAYUDARA BESAR ATAU KECIL TIDAK MASALAH PDF Print E-mail
Written by Bidang Promkesga   
Tuesday, 13 March 2012 13:35

Banyak wanita mempermasalahkan ukuran payudaranya, ada yang sampai melakukan operasi plastik dan suntik silikon yang menelan harga ratusan juta rupiah agar mendapatkan bentuk payudara yang di inginkan. Padahal sebenarnya ukuran payudara menjadi tidak masalah dalam hal menyusui.

Payudara besar atau kecil bukan menjadi jaminan banyak atau sedikitnya produksi ASI. Pada hakikatnya semua ibu dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk satu bahkan dua bayi, sekalipun ibu menganggap dirinya tidak punya ASI cukup.

Pengendalian produksi ASI didalam payudara dipengaruhi oleh faktor inhibitor. Ada suatu zat didalam ASI yang dapat mengurangi atau mencegah (inhibit) produksi ASI. Bila ada banyak ASI yang tertinggal di dalam satu payudara, zat pencegah atau inhibitor tersebut menghentikan sel-sel pembuat ASI agar tidak memproduksi lagi. Penghentian ini membantu melindungi payudara dari bahaya efek kepenuhan. Bila ASI di keluarkan, baik melalui hisapan bayi atau di perah, inhibitor juga turut di keluarkan maka payudara akan memproduksi ASI kembali.

Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI diantaranya pikiran, perasaan dan sensasi ibu, karena itu penting mengusahakan ibu dan bayinya selalu bersama siang dan malam agar terjalin interaksi dan hubungan emosional. Intensitas bayi menyusu juga mempengaruhi jumlah ASI yang di produksi, maka makin sering bayi menyusu maka makin banyak ASI. Jumlah ASI yang di hasilkan payudara juga tergantung seberapa banyak ASI yang bayi keluarkan, agar payudara terus menghasilkan ASI perlu sekali mengosongkan ASI yang ada di dalamnya. (by : Sri Rezeki, S.Gz)

Keberhasilan menyusui tidak di pengaruhi oleh Besar atau Kecil nya payudara melainkan pada faktor psikologis sang ibu, posisi menyusui yang benar, frekuensi menyusui bayi dan faktor lingkungan yang mendukung kegiatan menyusui.

 

 
PERNAHKAH ANDA MENDERITA DBD/DHF? PDF Print E-mail
Tuesday, 13 March 2012 11:52

Pernahkah anda mendengar penyakit DBD? Untuk yang tinggal di daerah perkotaan tentu saja sudah bosan mendengarnya...kenapa yaa...mungkin dia sudah pernah terkena penyakit yang satu itu..kalau bukan dia mungkin saudaranya, temannya atau siapalah yang dia kenal... Lalu untuk yang tinggal di daerah pedesaan bagaimana? Apakah tidak mungkin terkena DBD ? Mungkin saja, semua orang bisa terkena penyakit DBD, hanya saja di daerah perkotaan cenderung lebih banyak nyamuk DBD- nya.

Baiklah, sekarang mari kita bahas apa sih DBD itu...

DBD atau DHF adalah singkatan dari Demam Berdarah Dengue atau Dengue Hemoragic Fever. Penyakit ini disebabkan oleh virus sehingga sampai sekarang belum ada obatnya.

Eh..beberapa waktu yang lalu ada teman saya bisa sembuh kok.. Ya benar..bila segera ditangani dengan baik dan benar maka penderita dapat segera pulih kembali alias sembuh total, karena keganasan virus akan hilang jika daya tahan tubuh kita kuat.

Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang biasa berkembangbiak di air jernih yang tergenang. Bila sekali bertelur akan menghasilkan ribuan telur yang nantinya bila nyamuk sudah besar bisa menjadi perantara virus DBD tadi. Nyamuk ini sangat lincah, sehingga untuk menangkapnya sangat sulit..(emang mau ditangkap apa..hehehe). Kalau kamu melihat nyamuk yang lurik-lurik (maksudnya belang-belang hitam putih) nah itu dia nyamuknya.. segera dipukul ya, jangan diliatin aja...

Lalu.. bagaimana cara menanggulanginya...

Tentunya dengan menghindari gigitan nyamuknya dan memberantasnya. Nyamuk ini berkembangbiak di air yang jernih seperti drum bekas, ember, bak mandi, ban bekas dan lainnya di tempat yang bisa menjadi tempat penampungan air.

Kalau nyamuk dewasa memang susah untuk diberantas, meskipun dengan fogging (pengasapan) yang sering dilakukan bila ada penderita di sekitar tempat tinggal kita. Yang mudah adalah memberantas nyamuk saat masih berupa jentik, karena jelas masih belum begitu gesit untuk bergerak, belum menularkan dan memang masih belum bisa menghindar kalau mau kita basmi. So..sepertinya 3M Plus (apa lagi nih...) merupakan solusi yang tepat. 3M adalah Menguras, Menutup, Mengubur dan Plus disini maksudnya tergantung kondisi setempat. Plus bisa menyemprot insektisida tertentu, memakai kawat kasa nyamuk pada ventilasi dan lainnya.

Kalau menderita penyakit ini tentu sangat sengsara, badan terasa demam, lemas, lunglai, muncul bintik merah di kulit, pusing, sakit ulu hati, bisa mimisan dan bisa berakhir pada kematian..sungguh tragis ya.

 

Tentu kita tidak mau berakhir seperti ini, untuk itu apa yang harus kita lakukan..?

Bila ada gejala seperti di atas segeralah berobat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan dan tentu saja jangan biarkan nyamuk berkembang biak di sekitar kita melalui gerakan 3M Plus tadi (masih ingat kan..please dech)

Sampai disini dulu bahasan mengenai DBD/DHF ini semoga bermanfaat untuk kita semua. (by. Amran Halim, SKM, MPH)

 

 
Komitmen Bersama Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Riau PDF Print E-mail
Tuesday, 13 March 2012 11:18

“Sebenarnya penandatanganan komitmen ini sangat penting, namun lebih penting pelaksanaannya......”, Demikian yang di ucapkan Wakil Gubernur Kepulauan Riau dalam sambutannya di acara Pertemuan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS dan Pemaparan Program Scalling UP the HIV Response Among Most at Risk Population (SUM) Kepada Wakil Gubernur.

Batam, 27 Januari 2011, dilaksanakan Pertemuan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS dan Pemapan Program Scalling UP the HIV Response Among Most at Risk Population (SUM) Kepada Wakil Gubernur.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kepulauan Riau mengatakan Kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun di Provinsi Kepulauan Riau cenderung meningkat dan semakin mengkhawatirkan dimana kasus baru pada tahun 2011 adalah HIV: 702 kasus, AIDS 265 kasus dan Dead : 66 kasus. Kekhawatiran saat ini sejalan dengan penyebaran penyakit HIV/AIDS yang semakin meluas di masyarakat. Jika pada awal merebaknya penyakit HIV/AIDS ini hanya terjadi pada populasi tertentu antara lain seperti pengguna narkoba suntik, wanita pekerja seks komersil dan pelanggannya, namun saat ini penyakit HIV/AIDS sudah memasuki populasi umum. Bahkan belakangan ini sudah banyak kasus yang ditemukan pada ibu rumah tangga biasa, anak-anak dari ibu penderita, ataupun kelompok masyarakat lainnya yang mungkin pernah menjalani transfusi darah.

Melihat hal tersebut di atas, HIV/AIDS memerlukan penanganan yang serius dan konsisten dan tentunya bukan saja menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan yang cenderung lebih banyak berperan aktif, hal ini merupakan tanggungjawab bersama dan memerlukan dukungan dari lintas sektor.

Pada pertemuan ini telah di sepakati bersama Komitmen bersama antara Wakil Gubernur Kepulauan Riau , Dr. HM. Soerya Respationo, SH, MH. dengan 15 SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Selain di tandatanganinya komitmen bersama , juga disampaikan Program SUM kepada wakil Gubernur, yang merupakan betuk dukungan dan kerjasama Pemerintah Indonesia dan Amerika dalam upaya penanggualangan HIV/AIDS.

Penandatanganan kesepakatan ini merupakan suatu bentuk penguatan kemitraan dan koordinasi dari lintas sektor sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Riau, seuai dengan Strategi dan Rencana Aksi Nasional .

(Tim Redaksi Buletin Promkes)

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 11:54
 
Aplikasi E-Planning 2013 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 13:31

Berikut adalah link download aplikasi E-planning 2013. Klik untuk mendownload

Last Updated on Thursday, 23 February 2012 17:02
 
Pengumuman Hasil Seleksi Dokter PTT/Dokter Keluarga Tahap II Provinsi Kepulauan Riau PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 June 2011 13:05
Sehubungan dengan Kegiatan Rekrutmen Tenaga Dokter Pegawai Tidak Tetap/ Dokter Keluarga di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, maka bersama ini disampakan nama-nama Dokter yang akan ditetapkan sebagai Dokter PTT Tahap II (dua).


Selanjutnya kami akan mengadakan Tes Wawancara, pada :

Hari               : Senin

Tanggal         : 27 Juni 2011

Waktu           : Pukul 08.00 s/d Selesai

Pakaian         : Bebas Rapi


Berkenaan dengan Tes Wawancara di atas diharapakan kepada setiap Dokter membawa kelengkapan Administrasi :

  1. Ijazah, Transkrip Nilai, STR asli

  2. Foto copy NPWP, KTP, Kartu Keluarga sebanyak 1 (satu) Lembar

  3. Materai Rp. 6.000 sebanyak 4 (empat) Lembar


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

PUSAT INFORMASI DOKTER KELUARGA

BIDANG PENGEMBANGAN, SEKSI BINA TENAGA TEKNIS DINAS KESEHATAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU.

TELP. (0771) 7330132

Klik Disini untuk men-download lampiran daftar nama dokter PTT <Click Here>


Last Updated on Thursday, 23 June 2011 16:46
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 Next > End >>

Page 33 of 37

Masuk



Download LKIP

 

Klik gambar untuk mengunduh

Aplikasi

(Mohon Maaf Layanan SIDK dalam
proses maintenance dan update Data)

PageRank Checking Icon

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini722
mod_vvisit_counterKemarin3060
mod_vvisit_counterMinggu Ini6360
mod_vvisit_counterMinggu Lalu18453
mod_vvisit_counterBulan Ini27856
mod_vvisit_counterBulan Lalu57018
mod_vvisit_counterSeluruhnya2684237

We have: 137 guests online
Your IP: 54.163.210.170
 , 
Today: Dec 12, 2017

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai website resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ini?
 

Link Instansi


Figur

Dr. H. Tjetjep Yudiana, M.Kes

Lihat Selengkapnya