Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
GeMa CerMat Batam Memberdayakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat PDF Print E-mail
Written by Sdk.farmalkes   
Monday, 03 April 2017 00:00

Kota Batam merupakan daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Jumlah pulau sebanyak 249 buah pulau besar dan kecil, hanya 49 buah pulau yang berpenghuni. Luas daratannya hanya 1,50% atau seluas 1.319,51 km2, sedangkan luas lautannya mencapai 86.398,33 km2 atau 98,50%.  Jumlah  penduduk  kota batam s/d tahun 2015 berkisar + 150.000 jiwa yang berdomisili pada 10 kecamatan di 36 desa dan 15 kelurahan.

Dengan kondisi geografis tersebut, maka upaya  pembangunan di kota batam haruslah dapat menguatkan atau memberdayakan masyarakat di daerah pesisir ataupun daerah terpencil, agar akses dan manfa’at pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh  lapisan masyarakat. hal ini sesuai dengan salah satu misi Walikota yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat hinterland dan masyarakat miskin melalui penyediaan fasilitas infrastruktur dasar, penataan dan pembinaan usaha sektor informal serta penanggulangan masalah social.

Misi lainnya yang berkaitan dengan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan  adalah  meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, menguasai iptek dan bermuatan imtaq melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat serta pembinaan kepemudaan dan olahraga. Karena hanya dengan SDM yang  sehat  dan  berkualitas  maka aktifitas pembangunan dapat dilaksanakan diberbagai bidang.

Upaya pembangunan khususnya dibidang kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan dan kemandirian masyarakat agar hidup sehat sehingga mampu mengenali  dan  mengatasi masalah kesehatannya.

upaya kesehatan mencakup aspek yang komprehensif yaitu aspek promotif (pengenalan dan peningkatan), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan), yang  dilakukan  secara  terintegrasi dan proporsional sesuai kebutuhannya.

Kedepannya upaya yang berkaitan dengan aspek promotif dan preventif menjadi perhatian utama tanpa menghilangkan aspek kuratif dan  rehabilitatif.  dalam arti kata upaya kesehatan  haruslah sedini mungkin dilakukan sebelum  menjadi sakit atau  lebih  baik mencegah  dari pada mengobati, karena jika sudah sakit, maka pembiayaan  menjadi  lebih  mahal dan risiko gangguan  kesehatan  menjadi lebih besar. Jadi, pada dasarnya  manfa’at mencegah adalah lebih murah dan mudah melakukannya.

Kalau dengan pendekatan kuratif dan rehabilitatif semata, selain beban biaya kesehatan menjadi semakin besar juga memerlukan sarana dan teknologi kesehatan yang semakin canggih, obat yang semakin mahal dan kebutuhan  tenaga kesehatan  yang semakin banyak.

Meningkatkan upaya promotif dan preventif perlu dukungan dan keterlibatan berbagai pihak baik pemerintah, swasta dan organisasi atau lembaga masyarakat, karena upaya  tersebut berorientasi atau berbasis pada peran serta masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat  dibidang  kesehatan merupakan kegiatan yang sangat mendasar,  sesuai dengan filosofi bahwa kesehatan merupakan hak azazi manusia, disisi lain juga menjadi kewajiban, sehingga masyarakat harus berupaya menjaga dan mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri sesuai batas kemampuan dan kewenangannya.

Seperti  diketahui bahwa salah satu penyebab masalah kesehatan adalah berkaitan dengan  penggunaaan  obat  secara  tidak rasional yang mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien. dalam suatu pengobatan, komponen biaya terapi obat-obatan  dapat mencapai > 50%  dari  total  biaya  pengobatan yang  tergantung jenis penyakitnya.

Oleh karena  itu, pemberdayaan  masyarakat yang berkaitan dengan penggunaan obat yang tepat dan benar sangat diperlukan agar masyarakat sebagai konsumen mendapatkan pengetahuan dan informasi yang akurat dan memadai mengenai seluk beluk  obat.

Pemerintah kota batam  mendukung kegiatan sosialisasi   gema  cermat (gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat ) yang dilaksanakan oleh  dinas kesehatan provinsi kepulauan riau melalui dana dekon pada program kefarmasian dan alat kesehatan dinas kesehatan provinsi kepulauan riau , pengurus daerah ikatan  apoteker  indonesia dan  dukungan  politis  dari   DPR RI.

Kegiatan sosialisasi gema cermat yang dicanangkan diharapkan akan terus berkelanjutan menjadi jaringan informasi dan edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kota Batam  Provinsi Kepulauan Riau, sehingga timbul kepedulian, kesadaran, kemauan  dan  kemampuan masyarakat dalam hal penggunaan obat yang tepat dan rasional.

Kegiatan ini juga diharapkan  dapat meningkatkan  peran aktif  tenaga  apoteker   pada pelayanan kefarmasian guna memberikan informasi  dan  edukasi  bagi  masyarakat.

selain itu  kami  harapkan  peran aktif  sektor terkait, baik  pemerintah, swasta, organisasi  dan  lembaga masyarakat, organisasi profesi, organisasi  pemuda  serta   berbagai media informasi  baik  cetak maupun  elektonik.

Dalam sambutannya, Walikota Batam yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan H.M.Syuzairi, S.Sos., M.Si mengucapkan  terimakasih  yang sebesar-besarnya kepada seluruh stake holder terkait yang telah berupaya dan bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan  ini, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di kota batam.

Last Updated on Friday, 21 April 2017 21:29
 

Site Map