Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
SURVEILANS AFP TERINTEGRASI DENGAN PD3I PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 31 March 2014 00:00

Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan merupakan penyebab utama kematian anak di Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Namun demikian, wabah penyakit campak dapat dicegah karena tersedianya vaksin yang mempunyai potensi cukup baik yaitu berikisar antara 85% pada anak usia kurang satu tahun dan akan meningkat menjadi 95-98% pada anak diatas satu tahun.

Untuk mempercepat pencapaian tahap penanggulangan penyakit campak tersebut, indonesia telah melaksanakan berbagai upaya, selain meningkatkan cakupuan imunisasi rutin dosis pertama, juga mengupayakan agar semua anak telah mendapatkan imunisasi campak kesempatan kedua diberikan kepada anak sekolah dasar kelas I – VI (bias) secara bertahap yang mulai tahun 2000, kemudian dilanjutkan dengan pemberian imunisasi campak secara rutin kepada anak Sekolah Dasar kelas I (bias). Untuk mempercepat tercapainya perlindangan campak, pada tahun 2005-2007 dilakukan kegiatan crash program  campak terhadap anak usia 6-59 bulan dan follow up campaign pada tahun 2009-2011 secara bertahap.

Indonesia telah mendapatkan sertifikasi bebas polio  pada tanggal 27 maret 2014 di New Delhi, India. Bahwa Indonesia sudah bebas dengan virus polio liar. Setelah pemberian sertifikat ini bukan berarti kita menurunkan upaya kita untuk mengimunisasi semua anak-anak dengan terus melakukan surveilans AFP. Sebagai satu langkah untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi dan penguatan surveilans AFP. Indonesia juga akan terus meningkatkan cakupan imunisasi polio, termasuk proses perubahan vaksin kearah BOPV dan IPV, serta terus menjamin  terlaksananya surveilans AFP Diseluruh Indonesia, Sehingga benar-benar seluruh Dunia bebas Polio Sebagai Penyakit Kedua Setelah Cacar Yang Telah dieradikasi di muka bumi.

Bertepatan pada tanggal 22 s/d 25 Mei 2014 Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan pertemuan Review Surveilans AFP Terintegrasi dengan PD3I Se-Provinsi Kepri di Batam sebagai bentuk respon terhadap upaya untuk membebaskan wilayah Kepulauan Riau dari campak. Pertemuan tersebut juga di hadir oleh Dr. Cornelia, Subdit Surveilans dan Respon KLB Kementerian Kesehatan RI, dan juga Niprida Mardin, SKM, M.Kes WHO Representativ Indonesia, dengan harapan agar seluruh petugas pelayanan kesehatan memiliki kemampuan;

  1. Untuk melakukan penguatan imunisasi rutin,
  2. Meningkatkan kualitas dan kinerja surveilans AFP di beberapa Kabupaten/Kota,
  3. Mencapai target surveilans berbasis kasus (CBMS) 100% pada tahun 2014 di provinsi Kepulauan Riau untuk menuju eliminasi campak 2018
  4. Melakukan surveilans aktif rumah sakit serta menyediakan sumber daya penunjang yang dibutuhkan termasuk tenaga medis, logistik vaksin dan obat, biaya dan sarana pelayanan.

NF

 

Site Map