Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
ASI dan MP-ASI Terhadap Gizi dan Tumbuh Kembang Bayi di Kepulauan Riau. PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 28 March 2014 00:00

Menurut WHO/UNICEF, cara pemberian makan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. Mulai enam bulan, bayi mendapat makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sesuai dengan tumbuh kembangnya.

ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan sehingga tidak dapat digantikan dengan makanan/minuman/susu yang lain. Karena ASI merupakan makanan bayi yang terbaik  dan setiap bayi berhak mendapatkan ASI. Pada tahun 2012 Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 13 tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Indonesia yang berisi mengenai jaminan hak bayi utk mendapatkan ASI Ekslusif, perlindungan Kepada Ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi serta peran aktif serta dan dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Upaya peningkatan pemberian ASI selama ini mulai memberikan hasil yang menggembirakan, di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2013 berdasarkan laporan bulanan Kab/Kota menunjukkan cakupan ASI eksklusif sebesar 48,81%, angka ini masih jauh berada dibawah target nasional yaitu 80 %. Untuk mencapai target nasional pemberian ASI secara eksklusif yaitu 80 % upaya peningkatan pemberian ASI eksklusif yang selama ini telah dilaksanakan perlu dilanjutkan dan terus ditingkatkan. Setelah enam bulan bayi diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). MP-ASI adalah memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan anak usia enam bulan sampai usia dua tahun atau lebih akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pemberian MP-ASI sebelum bayi berumur enam bulan beresiko karena selain asupan gizi yang rendah, MP-ASI dini juga dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare serta bayi Sulit untuk mencerna makanan. Keterlambatan dalam memberikan MP-ASI juga beresiko, diantaranya kebutuhan makan anak tidak akan terpenuhi, pertumbuhan dan perkembangan anak lambat, anak akan mengalami kekurangan zat gizi dan anak menolak MP- ASI.

Keberhasilan ASI Eksklusif dan MP-ASI sangat di pengaruhi oleh dukungan, motivasi, informasi yang diberikan kepada ibu sejak ibu hamil, serta perhatian keluarga (terutama suami), petugas, kader dan masyarakat dalam membantu, mendorong dan mendukung ibu untuk menyusui. Maka kedepan diharapkan meningkatnya ketrampilan mendukung dan melindungi praktik menyusui dan pemberian MP-ASI yang tepat, meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dalam memberikan konseling menyusui dan MP-ASI kepada bayi melalui ibu dan keluarga. NF
Last Updated on Friday, 18 July 2014 19:53
 

Site Map