Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
Sebanyak 44 orang peserta yang mengikuti rapat Koordinasi Lp/Ls PDF Print E-mail
Wednesday, 16 October 2013 00:00

Sebanyak 44 orang peserta yang mengikuti rapat  Koordinasi Lp/Ls Mengenai Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sp3t) di  Hotel Pelangi Tanjungpinang (09/11) Oktober 2013. Peserta yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota Pengurus SP3T Provinsi Kepri, Puskesmas, TP-PKK Provinsi dan Kab/Kota dan LP/LS di Pemerintah Provinsi Kepri dan Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kementerian Kesehatan RI , LKTM Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dengan metode penyajian  menggunakan ceramah, curah pendapat, tanya jawab tersebut menerima sajian materi antara lain Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kemenkes RI, LKTM Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi.


Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman tentang Sentra P3T yang berperan dalam menggali local wisdom dan mengembangkan pemanfaatan potensi pelayanan kesehatan tradisional yang aman, bermanfaat dan bermutu di wilayah Propinsi Kepri serta meningkatkan bimbingan, pengawasan dan pengendalian terhadap pengobat tradisional yang ada.

Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Dalam Mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tersebut dapat diperoleh melalui pelayanan kesehatan tradisional maupun pelayanan kesehatan konvensional. Pelayanan kesehatan tradisional merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang telah dimanfaatkan sejak dahulu sebelum berkembangnya pelayanan kesehatan konvensional. Walaupun pelayanan kesehatan konvensional sudah berkembang dengan pesat, akan tetapi sampai saat ini pelayanan kesehatan tradisional masih diakui keberadaannya dimasyarakat dan sebagai alternatif dalam mendapatkan pengobatan. Faktor ekonomi dari pelayanan kesehatan konvensional yang mahal menyebabkan masyarakat cenderung memilih pelayanan kesehatan tradisional, sehingga saat ini pelayanan kesehatan tradisional berkembang dan marak dimasyarakat. Selain faktor tersebut juga adanya kesempatan yang diberikan seluas-luasnya oleh pemerintah kepada masyarakat dalam mengembangkan, meningkatkan dan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional.


Undang-undang kesehatan Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatn pasal 48 ayat (1) hurup b mencantumkan mengenai pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu penyelenggaraan upaya kesehatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Sejalan dengan hal tersebut, pelayanan kesehatan tradisional perlu dibina an diawasi oleh pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya serta tidak bertentangan dengan norma agama, sehingga tidak merugikan masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.


Dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan keamanan dan manfaatnya, maka diprovinsi Kepulauan Riau telah dibentuk Sentra Penerapan dan Pengembangan Pengobatan Tradisional (SP3T) dan ditetapkan melalui SK Gubernur.

 

Sentra P3T Provinsi Kepulauan Riau diharapkan dapat menggali potensi wilayah dan dapat diwujudkan menjadi pelayanan kesehatan tradisional aman, bermanfaat dan bermutu dapat dibuktikan secara ilmiah di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

 

Site Map