Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
pemahaman tentang Sentra P3T dalam mengembangkan pemanfaatan potensi pelayanan kesehatan tradisional yang aman PDF Print E-mail
Tuesday, 15 October 2013 00:00
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan rapat Koordinasi LP/LS mengenai sentral pengembangan dan penerapan pengobatan tradisional (SP3T) di  Hotel Pelangi Tanjungpinang (09/11) Oktober 2013. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dengan metode penyajian dengan menggunakan ceramah, curah pendapat, tanya jawab tersebut menerima sajian materi antara lain Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kemenkes RI, LKTM Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi.

Tujuan     dalam menyelenggara kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman tentang Sentra P3T yang berperan dalam menggali local wisdom dan mengembangkan pemanfaatan potensi pelayanan kesehatan tradisional yang aman, bermanfaat dan bermutu di wilayah Propinsi Kepri serta meningkatkan bimbingan, pengawasan dan pengendalian terhadap pengobat tradisional yang ada.

Pelayanan kesehatan  tradisional telah berkembang pesat di seluruh dunia. Sesuai dengan data WHO bulan Juli tahun 2002, 75% penduduk Perancis menggunakan pengobatan alternatif, 77% klinik terapi di Jerman menggunakan akupunktur, 95% RS di China memiliki klinik tradisional dan 70% penduduk India menggunakan obat tradisional. Dari data tersebut dapat membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tradisional telah diminati oleh seluruh masyarakat dan menjadi peluang bagi para pelaku bisnis karena pengobatan tradisional dapat menjadikan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, baik berupa tumbuhan tropis maupun biota laut. Sekitar 30.000 jenis tumbuhan dapat ditemukan di Indonesia (dari 40.000 jenis yang terdapat di dunia)  dan 7000 diantaranya diduga memiliki khasiat sebagai obat. Nenek moyang kita sejak jaman dahulu telah mengajarkan secara turun temurun dalam meracik dan memanfaatkan tanaman obat yang ada di alam. Setiap daerah mempunyai cara dan jenis pengobatan yang beranekaragam dan terus berkembang dan dimanfaatkan hingga sekarang. Hasil Riskesdas 2010, 55,3% penduduk Indonesia menggunakan ramuan tradisional jamu untuk memelihara kesehatan, dan 95,6% dari angka tersebut mengakui ramuan tradisional yang digunakan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tradisional semakin diminati oleh seluruh lapisan masyarakat.
 

Site Map