Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
Penguatan Posyandu Demi Pelayanan Kesehatan PDF Print E-mail
Friday, 03 May 2013 00:26

Kesehatan merupakan hak azasi dan sekaligus sebagai investasi sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan dan ditingkatkan oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen masyarakat. Hal ini agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Posyandu yang dikenal sebagai satu diantara bentuk Upaya  Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Keberadaan Posyandu memiliki tujuan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Posyandu mempunyai fungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kesehatan kepada masyarakat dan antara sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB. Posyandu juga berfungsi sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.

Guna mencapai tujuan dan menjalankan fungsinya, Posyandu perlu ditunjang oleh sarana dan sumberdaya manusia yang memadai seperti adanya kader Posyandu. Kader posyandu dipilih oleh pengurus posyandu dari anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu. Karena pentingnya pelayanan kesehatan maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihak.

“Kerjasama ini perlu dilakukan karena kesehatan bukanlah tanggungjawab pemerintah saja, kesehatan juga tanggungjawab masyarakat dan swasta”, menurut Tjejep Yudiana Kepala Dinas Kesehatan Kepri

Secara kuantitas, perkembangan jumlah posyandu sangat menggembirakan dimana disetiap Desa/Kelurahan terdapat 3-4 posyandu, namun ditinjau dari aspek kualitas masih ditemukan banyak masalah seperti kelengkapan sarana dan keterampilan kader yang belum memadai. Maka perlu direalisasikan kebijakan Revitalisasi Posyandu yang bertujuan terselenggaranya kegiatan posyandu secara rutin dan berkesinambungan, tercapainya pemberdayaan tokoh masyarakat dan kader melalui advokasi, orientasi, pelatihan atau penyegaran dan tercapainya pemantapan kelembagaan Posyandu. Berdasarkan data laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2013, statistik pertumbuhan dan perkembangan Posyandu di Kepulauan Riau semakin bertambah dan kebutuhan pelayanan kesehatan melalui Posyandu mendapat respon yang baik dari masyarakat. Jumlah Posyandu diantaranya Kota Tanjungpinang (121), Kota batam (364), Kabupaten Bintan (150), Kabupaten Karimun (212), Kabupaten Lingga (167), Kabupaten Natuna (113) dan Kabupaten Kepulauan Anambas (61).

Program kerja Posyandu sejalan dengan pengembangan Desa siaga dan Kelurahan siaga aktif. Dimana keaktifan Posyandu merupakan satu diantara kriteria untuk mencapai Desa dan Kelurahan siaga aktif. Dimana posyandu dapat mendukung dan memfasilitasi masyarakat untuk menjalani Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Keberadaannya dapat mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, yakni mendukung keberhasilan pembinaan PHBS di rumah tangga meliputi 10 indikator : persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, ASI Eklusif, Penimbangan bayi dan balita setiap bulan serta termasuk didalamnya imunisasi dasar lengkap, Penggunaan air bersih, Cuci Tangan Pakai air bersih dan sabun (CTPS), Penggunaan jamban sehat, Pemberantasan jentik nyamuk, Konsumsi sayur dan buah setiap hari, Aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah.

Untuk memantapkan upaya tersebut sangat dipengaruhi peran serta dan dukungan pemerintah, terutama petugas kesehatan. Maka perlu dilakukan pengintegrasian secara lintas program dalam penguatan program kerja posyandu. Menjawab permasalahan itu, Dinkes Provinsi Kepri melalui Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) telah melaksanakan kegiatan pertemuan penguatan program kerja Posyandu tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang dihadiri peserta dari Kabupaten/Kota lintas program di Formosa Hotel Nagoya-Batam 13-15 Maret 2013.

“Pertemuan Penguatan Posyandu untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan integrasi program kerja Promkes Kesga dan P2PL secara terpadu”, harap mantan Kepala Dinas Kesehatan Karimun ini.

Kegiatan pertemuan penguatan Posyandu menghadirkan narasumber dari berbagai latarbelakang keahlian, diantaranya Rizal Rinaldy,S.SiT (Kabid Promosi Kesehatan & Kesehatan Keluarga), Arsenila Dewi Pramanti,S.Far.,Apt. (Kepala Seksi Promkes), Rosita Rahmi,SE (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa/BPMD Kepri) dan dua orang dari Promkes Pusat yaitu Muhani,SKM.,M.Kes dan Intan Endang,SKM.,M.Kes. ***

 

Semangat jadi kader posyandu,

Pahala dapat ilmu pun dapat,

Besar manfaat penguatan posyandu,

Bersama kita bantu Kepulauan Riau semakin sehat.

Last Updated on Friday, 06 September 2013 17:49
 

Site Map