Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
PELATIHAN ENUMERATOR REGISTRASI PENYEBAB KEMATIAN DI IBUKOTA PROVINSI KEPULAUAN RIAU, TANJUNGPINANG TAHUN 2013 PDF Print E-mail
Written by Kadaryadi   
Friday, 01 March 2013 16:00

Statistik penyebab kematian merupakan bagian integral dari system statistik vital (kelahiran, kematian, perkawinan, perpindahan). Kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk merupakan komponen utama yang mempengaruhi perubahan penduduk. Adanya Registrasi Penyebab Kematian dapat memantapkan akurasi pengukuran angka kematian ibu, bayi serta umur harapan hidup yang merupakan indikator program-program Millenium Development Goals (MDGs).

Angka kematian spesifik menurut penyebab dan umur merupakan salah satu indikator kunci untuk menggambarkan status kesehatan di suatu populasi. Statistik penyebab kematian sangat penting bagi perencanaan kesehatan, administrator dan profesi medis. Kecenderungan diferensial penyakit penyebab kematian dapat digunakan untuk :

  • Menentukan prioritas untuk mengalokasikan sumber daya di sektor kesehatan
  • Menentukan prioritas untuk suatu program intervensi
  • Menilai program program kesehatan yang telah dilaksanakan
  • Menentukan prioritas untuk penelitian biomedis dan sosiomedis
  • Memberikan petunjuk untuk penelitian epdemiologi.

Untuk memenuhi kepentingan statistik penyebab kematian yang menggambarkan keadaan seluruh masyarakat, diperlukan pencatatan penyebab kematian yang memenuhi standar internasional. FKPK (Formulir Keterangan Penyebab Kematian) merupakan instrument pencatatan penyebab kematian yang telah disesuaikan dengan kriteria ICD-10 (International Statistic Classification of Diseases and Related Health Problems – 10) untuk digunakan oleh dokter yang memeriksa atau yang merawat almarhum/ah sebelum meninggal.

Dari sekitar 200 negara di dunia, sekitar sepertiga negara memiliki angka penyebab dasar kematian yang lengkap, sepertiga negara lagi memiliki angka penyebab dasar kematian yang kurang akurat dan kurang lengkap, dan sepertiga sisanya tidak memiliki angka penyebab dasar kematian , termasuk di Indoensia. Namun untuk saat ini Kementerian Kesehatan telah mengembangkan model registrasi kematian di delapan provinsi yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta. Lampung. Kalimantan Barat, Gorontalo, Papua. Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Dengan demikan Pemerintah telah berupaya mengatasi ketidak tersediaan data statistik vital, angka kematian umum yang merupakan salah satu diantaranya. Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan UU No. 23 Tahun 2006, yang menyatakan bahwa registrasi vital dilaksanakan melalui sistem administrasi kependudukan (SIAK). Namun undang-undang ini lebih mengarah pada aspek demografi namun belum menyetuh aspek epidemologi dari kesehatan masyarakat.

Pencatatan penyebab kematian di suatu negara memberikan asupan penting bagi para pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan dan program kesehatan. Di Indonesia pencatatan penyebab kematian belum tertata dalam suatu sistem yang terpadu baik oleh Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Dalam Negeri.

Menyadari keterbatasan ini badan penelitian dan pengembangan kesehatan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan dengan dukungan teknis dari School of Population Health, University of Queensland dan World Health Organization telah mengembangkan Proyek Peningkatan Sistem Registri Kematian (PPSRKI) di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam hal ini Provinsi Kepulauan Riau belum tercakup dalam kegiatan proyek ini. Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau merasa perlu membuat Pengembangan Pilot Project Registri Penyebab Kematian di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang . Oleh sebab itu agar terwujudnya sistem registrasi penyebab kematian yang terpadu dengan sistem registrasi vital kematian di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau akan menyelenggarakan Pelatihan Enumerator Registrasi Penyebab Kematian di Ibu Kota Provinsi Kepulaun Riau. Kota Tanjungpinang ini dipilih antara lain karena sebagian kematian yang harus di identifikasi terjadi di rumah, dan akses tranportasi ke rumah penduduk relatif mudah dan murah.

Selanjutnya bila pilot projet ini bisa berjalan baik dengan cakupan menyeluruh, maka kegiatan ini akan dilimpahkan ke Dinas Kesehatan Kota dan diperluas ke Kabupaten Kota lain di Provinsi Kepulauan Riau.
Last Updated on Tuesday, 14 May 2013 15:46
 

Site Map