Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
Tenaga Kesehatan dilatih SDIDTK PDF Print E-mail
Monday, 20 May 2013 16:00

Seksi Kesga Bidang Promkes & Kesga Dinkes Kepri melaksanakan program kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Dalam Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2013, di Hotel Bintan Agro Resort Teluk Bakau Kec.Gunung Kijang Kab.Bintan (14/5-17/5).

 Peserta pelatihan 29 orang berasal dari Kabupaten/Kota dengan kriteria sebagai pengelola Program Kesehatan Anak, Pengelola Program Kesehatan Anak di Puskesmas, Dinkes Kab/Kota. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dr.Mujaddid,M.Kes (Kemenkes RI, Kasie.Standarisasi Subdit Bina Kelangsungan Hidup Anak Balita dan Pra Sekolah), dr.Gama A.F.Isnaeni,MSc,SpA dan indaryanti,SKM (Kesga Dinkes Kepri).

 “Kegiatan pelatihan ini untuk melatih petugas kesehatan menjadi fasilitator SDIDTK dengan tujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi tumbuh kembang anak”, kata Aniesaputri Junita,SKM,MPH Kepala Seksi Kesga Dinkes Kepri.

 Terdapat beberapa tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan antara lain masa dalam kandungan (prenatal), masa neonatal (0-28 hari), masa Bayi (<1 tahun), masa Balita (<5 tahun) dan masa Prasekolah (5-6 tahun).

 Penyimpangan tumbuh kembang anak harus dideteksi sejak dini, terutama sebelum anak berumur 3 tahun, agar dapat segera di intervensi. Apabila deteksi terlambat, yang menyebabkan penanganan terlambat sehingga penyimpangan akan sulit untuk diperbaiki.

 Untuk pelayanan SDIDTK di Provinsi Kepulauan Riau sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari data cakupan kunjungan bayi dan cakupan kunjungan balita yang tidak mencapai target untuk tahun 2011 yaitu untuk cakupan kunjungan bayi (63.82%) dan cakupan kunjungan balita (40.89%). Salah satu upaya untuk menangani masalah tersebut perlu dilakukan peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak melalui Pelatihan SDIDTK.

Pelatihan ini menggunakan metode partisipatori aktif atau Visualization In Participatory Programmes (VIPP) yaitu cara belajar orang dewasa. Kegiatan pelatihan ini meliputi penjelasan materi, tanya jawab, praktek kelas dan praktek lapangan, simulasi dan diskusi kelompok.

 Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih didalam kandungan. Upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih didalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun social serta memiliki inteligensi majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.

 Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10% dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian yang serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh  pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang.

 Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antar keluarga, masyarakat, TOMA, organisasi profesi, LSM. Keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak  hanya meningkatkan status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, social dan kemandirian anak berkembang secara optimal. ***

 Ringkasan Materi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Dalam Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2013.

  1. Pemantauan Pertumbuhan & Perkembangan Anak
  2. Simulasi Tumbuh Kembang Anak & Balita
  3. Deteksi & Tumbuh Kembang Anak
  4. Deteksi Penyimpangan Perkembangan, Gangguan Pendengaran & Penglihatan Pencatatan, Pelaporan, Monitoring Dan Evaluasi.
  5. Deteksi Dini Penyimpangan Emosional & Perilaku Anak.
  6. Intervensi & Rujukan Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang.
  7. Praktek & Pemaparan Hasil Praktek.
  8. Pencatatan, Pelaporan, Monitoring & Evaluasi.
Last Updated on Friday, 06 September 2013 17:43
 

Site Map