Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
Dinkes Gelar Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak PDF Print E-mail
Monday, 15 April 2013 16:00

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui Seksi Kesehatan Keluarga (Kesga) melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2013 di Hotel Bintan Agro Resort Teluk Bakau Kec.Gunung Kijang Kab.Bintan (9/4-12/4).

 Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 31 orang, berasal dari RSUD Kepri 2 orang dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 29 orang. Peserta yang mengikuti pelatihan terlebih dahulu dilakukan pre-test dan setelah kegiatan dilakukan pos-test. Peserta yang mengikuti pelatihan harus memenuhi kriteria yang ditelah ditetapkan panitia kegiatan.

 Kriteria peserta dari RSUD Kepri adalah Dokter UGD, Dokter Penanggungjawab Pelayanan Kesehatan Anak PPT RSUD atau Perawat PPT RSUD. Kriteria peserta dari Dinkes Kabupaten/Kota adalah Penanggungjawab/Pengelola Program Kesehatan Anak, Kepala Puskesmas, Dokter Penanggungjawab Program Kesehatan Anak dan Perawat/Bidan di Puskesmas terpilih.

 “Pelatihan ini dengan harapan tersedianya tenaga terlatih untuk menjadi fasilitator dalam kasus KTA dengan tujuan meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan dalam penanggulangan kasus KTA di setiap Kabupaten/Kota”, kata Aniesaputri Junita,SKM,MPH Kepala Seksi Kesga dalam laporan kegiatannya.

 Metode pelatihan menggunakan metode Visualization in Participatory (VIPP) yaitu cara belajar orang dewasa melalui pemaparan materi, simulasi dan diskusi. Pelatihan menghadirkan narasumber dr.Penina Regina B,MPH (Kemenkes RI), dr.H.Muhammad Rizqa,M.Kes, Sp.A (RSUD Kepri) dan Aniesaputri Junita,SKM,MPH (Kepala Seksi Kesga Dinkes Kepri).

 Kegiatan pelatihan ini menjawab tuntutan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Hak dan Perlindungan Anak serta Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasikan dengan Keppres No.36 tahun 1990, mengharuskan pemerintah menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak yang didukung oleh peran serta masyarakat, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan.

 Sejalan dengan itu perlu disiapkan pelayanan kesehatan bagi korban Kekerasan Terhadap Anak (KTA) di tingkat pelayanan dasar di Puskesmas maupun Pelayanan kesehatan rujukan di Rumah Sakit. Oleh karena itu agar program penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) dapat dilaksanakan dilapangan, perlu kiranya dilaksanakan Orientasi Penyiapan Fasilitas Kesehatan Rujukan Dalam Penanganan Kasus KTA ini.

 Kekerasan terhadap anak merupakan suatu tindak kekerasan yang meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual dan penelantaran. KTA sering kali menjadi masalah domestik yang akhir – akhir ini diberitakan oleh media cetak maupun televisi. Salah satu dampak kekerasan dan penelantaran anak adalah menyangkut masalah kesehatannya baik fisik maupun psikologisyang tentu saja akan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Hal ini jika tidak di tangani sejak dini akan berakibat pada penurunan kualitas sumber daya manusia.

  Anak merupakan kelompok sasaran yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pembinaan kesehatan masyarakat, karena anak akan berperan sebagai calon orang tua, tenaga kerja bahkan pemimpin bangsa dimasa mendatang. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan anak di indonesia diperlukan upaya pembinaan kesehatan anak di Indonesia diperlukan upaya pembinaan kesehatan anak yang kooperatif dan terarah pada semua permasalahan kesehatan akibat penyakit maupun masalah lainnya yang berdampak pada kesehatan anak.

 Menurut WHO secara global terdapat sekitar 40 juta anak berusia dibawah 15 tahun mengalami kekerasan dan penelantaran yang memerlukan penanganan kesehatan dan sosial. Situasi di Indonesia seperti dinegara lain masih merupakan “ Fenomena Gunung Es “, namun dari beberapa data yang teridentifikasi terdapat jumlah maupun jenis kasus KTA dalam 3 tahun terakhir yaitu tahun 2004-2006. ***

 Ringkasan Materi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2013.

  1. Kebijakan mengenai kekerasan terhadap anak (KTA).
  2. Sistem perlindungan anak dan peran tenaga kesehatan
  3. Aspek hukum dan etika pada KTA.
  4. Pengembangan Puskesmas mampu tatalaksana kasus KTA.
  5. Tumbuh kembang anak.
  6. Faktor resiko dan dampak KTA.
  7. Pemeriksaan fisik dan penunjang (pemeriksaan medikolegal-1).
  8. Pemeriksaan fisik pada kasus kekerasan seksual (pemeriksaan medikolegal-II).
  9. Interpretasi pemeriksaan medikolegal, rekam medis dan dasar-dasar pembuatan Visum et Repartum (VeR).
  10. Tatalaksana dan rujukan Medis-Psikososial.
  11. Teknik wawancara pada kasus KTA.
  12. Pencatatan dan pelaporan.
Last Updated on Friday, 06 September 2013 17:47
 

Site Map