Konten Berita

...

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Pasien TBC Selama Berpuasa, Diantaranya :

Menjalankan Ibadah puasa di bulan Ramahan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melakukannya, namun ada kelonggaran bagi orang sakit, termasuk penderita tuberkulosis (TBC), yang dapat menggantinya di lain hari. Keputusan untuk berpuasa kembali diserahkan kepada pasien TBC, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Kemudian bagaimana para pasien TBC menghadapi tantangan berpuasa selama bulan Ramadan?

Bagi mereka yang dapat berpuasa, hal tersebut dapat meningkatkan imunitas terhadap TBC dengan membunuh kuman penyebabnya, Mycobacterium tuberculosis. Puasa juga menyebabkan perubahan pada pola makan dan kualitas makanan, yang merupakan stressor bagi tubuh dan merangsang respon imun. 
 
Namun bagi penderita TBC yang tidak dapat berpuasa karena efek samping obat yang berat, seperti pada pasien TBC resistan obat, diperbolehkan untuk tidak berpuasa terlebih dahulu. Mereka disarankan untuk membayar fidyah atau menggantinya di waktu lain. Orang dengan tuberkulosis boleh berpuasa, asalkan tetap teratur minum obat setiap hari. Jadwal minum obat yang semestinya pagi atau siang dapat dipindahkan ke malam hari.
 
Beberapa hal yang harus diperhatikan pasien TBC saat berpuasa, diantaranya :

1. Pasien harus tidur cukup minimal 7 jam per hari,
2. Lakukan olahraga rutin minimal 5 hari dalam 1 minggu (sekitar 30 menit per harinya),
3. Hindari rokok dan konsumsi alkohol. Selain alkohol diharamkan bagi umat muslim, alkohol juga dapat berinteraksi dengan obat-obat TBC
4. Batasi pengonsumsian minuman yang mengandung soda maupun kafein, seperti kopi atau teh
5. Saat sahur, sebaiknya hindari makanan yang berminyak,
6. Perbanyak makanan berserat seperti buah dan sayur, serta minum air putih (1 gelas setelah bangun tidur dan saat sahur).
7. Kemudian saat berbuka, minum air putih (1 gelas saat: berbuka, setelah sholat maghrib, makan malam, sholat isya, sholat tarawih, dan sebelum tidur).

Namun perlu diperhatikan bahwa pengaturan minum air putih ini ditujukan bagi pasien TBC tanpa komorbid (penyakit penyerta). Jika pasien memiliki komorbid selain TBC, misalnya mengalami penyakit jantung, maka perlu ada pengaturan asupan cairan sesuai dengan petunjuk dokter. Pasien juga disarankan untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan porsi gizi seimbang, yang terdiri dari 1/3 bagian piring berisi makanan pokok, 1/3 bagian piring berisi sayuran, 1/6 bagian piring berisi buah-buahan, dan 1/6 piring berisi lauk pauk hewani dan nabati

Kontak Kami