• Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • (0771) 4575000
  • bannerbig3

    Penatalaksanaan Kasus Gizi Buruk di RSUD Muhammad Sani - Karimun

  • bannerbig1

    Penyerahan Bantuan Obat-obatan dari Gubernur Kepulauan Riau kepada RSUD Embung Fatimah Kota Batam

  • bannerbig2

    Perlunya peningkatan dukungan sarana pelayanan kesehatan di hinterland agar rujukan kasus pasien gawat darurat  tidak lagi melalui transportasi umum laut

  • bannerbig5

    Bakti Sosial RI SING 50 Kepri - Singapura (Program operasi gratis untuk pasien bibir sumbing dan langit-langit mulut terbelah), RS Awal Bros Batam 23 - 25 Januari 2018

  • bannerbig6

    Pisah Sambut Dokter Internship Angkatan I Tahun 2017 dan Angkatan I Tahun 2018

  • bannergermas

    Workshop Peningkatan Kapasitan SDM TB di Karimun

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae... Difteri menular melalui percikan ludah, kontak langsung, luka terbuka..... Pertolongan pertama pada oran terjangkit difteri... 1) Datang berobat ke Pelayanan Kesehatan .... 2)Lapor ke Dinas Kesehatan Setempat ..... 3) Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).....

Cegah Kematian Ibu dan Anak dengan Tingkatkan Kompetensi Bidan

APN 1

Angka Kesakitan dan Kematian Ibu dan Bayi di banyak negara berkembang pada umumnya karena pendarahan pasca persalinan, eklampsia, sepsis dan komplikasi keguguran, padahal  penyebab utama ini dapat dicegah melalui upaya yang efektif sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu seperti di negara maju.

Fokus Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah persalinan bersih dan aman serta mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan pergeseran paradigma dari menunggu terjadinya dan kemudian menangani komplikasi. Pesalinan bersih dan aman serta pencegahan komplikasi selama pasca persalinan terbukti mampu mengurangi kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir.

Keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini diterapkan sesuai standar asuhan bagi semua ibu yang bersalin pada tahap persalinan oleh penolong dimana pun hal tersebut terjadi dengan sasaran utama adalah bidan.

APN 2

Upaya pencegahan perdarahan pasca pelatihan dimulai pada tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan, diantaranya manipulasi minimal proses persalinan, penatalaksanaan aktif kala III, pengamatan melekat kontraksi uterus pasca persalinan. Dengan paradigma pencegahan, episiotomi tidak lagi dilakukan secara rutin karena dengan perasat khusus, penolong persalinan akan mengatur ekspulsi kepala, bahu dan seluruh tubuh bayi untuk mencegah laserasi / hanya terjadi robekan minimal pada perineum.

Kegiatan ini dilaksanakan karena banyak bidan yang belum mengikuti pelatihan APN. Data tahun 2015 menyebutkan dari 1.544 orang bidan, yang telah mengikuti APN adalah 849 orang, dan tahun 2016 menjadi 888 orang. Penambahan jumlah bidan yang telah dilatih APN dari tahun 2015 ke tahun 2016 tersebut terdiri dari 39 orang bidan dilatih melalui dana APBD tahun 2016. Artinya baru sekitar 57,51 % bidan yang telah mengikuti APN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan APN bagi petugas kesehatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas kesehatan sehingga siap dalam melakukan asuhan persalinan yang aman. Melalui materi dan praktek lapangan bidan dan dokter yang bekerja di pelayanan kesehatan di Kab/Kota Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 52 orang kompetensinya dapat ditingkatkan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu.

penulis : SPM

Video Promosi Kesehatan

Cegah Stunting

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI